Pendidikan

Mahasiswi ULM Lecehkan Pancasila Viral, Pihak Kampus Benar AAK Faham Radikalisme


Banjarmasin, JaringPos | Video Andi Aulia Khairunnisa mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan viral di media sosial beberapa hari yang lalu.

Dalam vidio Aulia dinilai melecehkan, merendahkan ideologi pancasila dan provokatif. Berupaya menggiring opini tentang ideologi khilafah dan radikalisme lebih baik dari pada ideologi pancasila. Berikut cuplikan dalam vidio tersebut.


“Gak perlu koar-koar tinggal amalkan saja, kalau memang pancasila itu unggul. Bisa jadi jawaban problem bangsa-bangsa,” ujarnya

“Dia gak perlu dilindungi, justru sebaliknya orang-orang akan suka rela mengikuti pancasila, kalau pancasila itu unggul minimal bisa mengatasi wabah korona,”

“Faktanya imbas wabah yang gagal di tangani oleh pancasila, dengan pancasila itu. RI sekarang turun menjadi menengah kebawah setara dengan timur leste dan samoa,”

Baca Juga:

“Faktanya RI jadi epicentrum penyebaran virus yang mengalahkan india, faktanya jumlah kematian covid-19 di indonesia dalam dua hari mengalahkan total kematian covid di RRC sepanjang pandemi,”

“Faktanya orang-orang kecil tengah kelaparan, mengemis bantuan bahan dasar tidak terpenuhi,”

“Fakta bansos untuk kaum papa, malah jadi bajakan elit-elit yang mencari makan di sekitaran anda. Ini semua terjadi setelah anda mengklaim menegakkan pancasila kan..? Tutupnya,

Pihak Kampus Membenarkan AAK Terpapar Faham Radikalisme

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM, H Muhammad Fauzi membenarkan perempuan di dalam video adalah mahasiswinya.

Ia diketahui berinisial AAK yang kini menempuh pendidikan di Prodi Statistika Fakultas MIPA semeter 5.

“Mahasiswi angkatan 2019, berarti semester lima,” kata Fauzi dikutip Jaringpos.com dari BanjarmasinPost.co.id, Sabtu (24/7/2021).

Fauzi menilai, mahasiswi tersebut telah terpapar paham radikalisme diduga dari pengaruh media sosial.

“Kalau kami melihat sementara didiskusikan ini mungkin dari luar, kalau dipetakan itu dari medsos,” katanya.

Pasalnya kata Fauzi, jika diperhatikan kegiatan-kegiatan pertemuan mahasiswa di lingkungan kampus ULM sudah cukup lama tak banyak dilakukan di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Kegiatan-kegiatan resmi mahasiswa pun kata dia juga tentu dimonitor oleh Kampus.

Fauzi melanjutkan, pihak kampus akan melakukan pembinaan terhadap mahasiswi yang bersangkutan.

Dengan tujuan menghilangkan paham-paham radikal dan mengembalikan paham kebangsaan dan NKRI.

“Di Kepolisian kan ranah hukum, di kita pembinaan apakah yang bersangkutan ini bisa dibina untuk memahami bahwa paham yang dianutnya itu keliru,” kata Fauzi.

Namun jika telah melalui pembinaan AAK tetap melakukan perbuatan serupa, bukan tidak mungkin kata Fauzi, yang bersangkutan diberikan peringatan bahkan pemberhentian sebagai mahasiswi ULM.

“Jadi ada tahapan-tahapan, tapi sementara ini kita berasumsi yang bersangkutan terpapar. Mudah-mudahan dengan pembinaan bisa kembali paham-paham kebangsaan dan NKRI nya,” tutur Fauzi.

Informasi tambahan, video viral tersebut kini tengah dalam penyidikan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalsel. Katanya (*slm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker