Hukum

PMKRI Kupang Mengutuk Premanisme Oleh Hendrik Babys Anggota DPRD TTS


Kupang,jaringpos _ Melalui rilis yang diterima jaringpos.com Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang Adrianus Oswin Goleng dalam keterangan tertulisnya mengutuk tindakan peremanisme yang dilakukan oleh Oknum anggota DPRD Kabupaten TTS dari Fraksi Nasdem atas nama Hendrik Babys yang diduga  mengeluarkan kata-kata kasar juga mengajak “duel” terhadap pemimpin umat  Romo Yeremias Yohanes Watimena adalah sikap dan tindakan yang tidak terpuji. Apa lagi dia sebagi pejabat publik yang mestinya memberi teladan  bagi sesama, baik ucapan maupun tindakan.

Sebagai pejabat, apapun persoalan yang dihadapi harus lebih arif dan bijaksana bukan  menunjukan watak arognsi dan premanisme. Ini tindakan bar-bar yang tidak pantas ditiru yang justru merusak citra lembaga dewan terhormat.


Kami mengutuk keras dan meminta pelaku menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, umat, termasuk hirarki Gereja paling lambat satu kali dua puluh empat jam. Yang mana, tindakan ini telah melukai hati, tidak hanya Romo sebagai korban melainkan seluruh masyarakat lebih khusus umat Katolik.  Oleh karena, kami mendorong dan mendukung penuh langkah-langkah yang sudah ditempuh. Sembari kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Katolik untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang justru menambah keruh suasana ditengah situasi nasional dan daerah yang sedang mengalami “sosial distancing” Covid-19.

Serahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian sambil kita mengkawal proses lanjutan. Kita juga meminta kepada pimpinan partai agar segerah mengambil langkah  tegas, bila perlu memecat apabila terbukti melakukan tindakan  sesuai pemberitaan. Sehingga dari kejadian ini memberikan efek jerah dan pendidikan moral bagi kita sekalian lebih khusus mereka yang sedang mengemban tugas dan tanggung jawab publik. Pinta Goleng. (***)

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker