Hukum

#Save KNPI Bali, OKP Angkat Bicara

Denpasar, JaringPos | Ketua DPD Kongres Advokat Indoneisa Bali Anak Agung Kompiang Gede, SH.,MH.,CIL., monyoroti gejolak organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bali di Denpasar, Selasa (1/2).

Pasca terpilihnya I Putu Gede Wirakusuma yang akrab dipanggil Dewira selaku Sekretaris Karateker DPD KNPI Bali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD KNPI Bali Periode 2022-2025 yang didukung oleh 28 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).

Dewira dipilih pada acara Musprov XIV KNPI Bali berdasarkan Keputusan DPP KNPI no KEP.0101/DPP KNPI/XII/2021 tentang pencabutan SK Karetaker DPD KNPI Provinsi Bali, dan pembentukan kepengurusan karetaker baru DPD KNPI Prov Bali di di Balai Diklat Provinsi Bali, Kamis (27/1).

Kegiatan itu mengusung tema “Bersama OKP Kita Bangkitkan Marwah Pemuda Dalam Wadah KNPI Bali Yang Bersinergi Bersama Pemerintah Provinsi Bali Untuk Bali Bangkit”.

Acara itu dibuka dengan pemukulan gong oleh Kabid Bidang Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, I Made Dana Tenaya. Secara khusus dihadiri langsung Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama, Sekjen DPP KNPI Gandung Rafiul Nurul Huda.

Namun dimana Ketua KNPI Bali sebelumnya yaitu Nyoman Gede Antaguna alias Mang De yang menyatakan Musprov XIV KNPI Bali tidak sah, bahkan beranggapan pidato Kabid Disdikpora Prov Bali, Made Dana Tenaya dipaksa untuk memberi sambutan Musprov XIV KNPI Bali.


Padahal Mang De itu sudah menjabat Ketua DPD selama 11 tahun dua periode, tetapi sejatinya dua periode di KNPI hanya enam tahun.

Bahkan KNPI Bali sempat mati surinya, akhirnya pihak Ketum Haris Pertama mengkarateker membekukan atau memecat kepemimpinan Mang De digantikan oleh Choir Sarifudin yang juga menjabat sebagai Ketua OKK DPP KNPI berkewajiban menggelar Musprov pada Kamis (27/1) dan terpilihlah Dewira.

Kepemimpinan Mang De digantikan oleh Choir Sarifudin sesuai Keputusan DPP KNPI
Nomor : KEP. 0101/DPP KNPI/XII/2021
Tentang Pencabutan SK Karetaker DPD KNPI Provinsi Bali dan Pembentukan Kepengurusan Karetaker Baru Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Bali.

Untuk itu, Ia juga Ketua MPC Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (PP) Denpasar sebaiknya Mang De legowo dan berjiwa besar menerima Kepemimpinan Dewira yang juga Sekretaris PP Bali.

Kompiang mengharapkan pemerintah mendukung kepemimpinan KNPI yang legal dan tidak Dewira bisa memajukan pemuda Bali agar mampu bersaing secara nasional dan global.

“Harapan saya dengan sudah terpilihnya De Wira menjadi Ketua KNPI Bali periode 2022-2025, dapat bekerja secara maksimal dan bisa berkolaborasi dengan OKP di Bali untuk kemajuan para pemuda,” ujarnya.

Lanjutnya Gung Kompyang, dengan adanya pidato sambutan Kabid Disdikpora pihaknya sangat berterimakasih sudah memberikan masukan positif untuk KNPI Bali, dan hal tersebut menjadi masukan dan pekerjaan rumah bagi KNPI kedepan bersama OKP-OKP untuk banyak berbenah, sebagai introspeksi diri dan membangun komunikasi yang baik serta bersinergi bersama pemerintah untuk membangun generasi muda bali melalui wadah KNPI.

“Kita mengucapkan terimakasih kepada Pak Kabid pemuda dan olahraga, atas masukan informasi terkait KNPI untuk kemajuan kami,” ungkapnya

Sebelumnya, Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama langsung angkat bicara mengatakan, mantan Ketua KNPI Bali Nyoman Gede Antaguna atau kerap dipanggil Mang De telah mematikan regenerasi kepemimpinan KNPI Bali.

Tambahanya Haris, dengan adanya hal seperti itu sama saja Mang De tidak ada itikad baiknya, dan adanya Rapimda yang diadakan oleh Mang De tersebut sudah sangat telat. Jadi seolah-olah Mang De menghambat kemajuan pemuda di Bali.

“Mang De itu sudah menjabat Ketua DPD selama 11 tahun dua periode, tetapi sejatinya dua periode di KNPI hanya enam tahun, nah beratikan ada plus lima tahun dia menjabat. Artinya, mana mungkin Mang De yang sudah dipecat atau dikarateker sebagai Ketua DPD KNPI Bali mengatakan Musprov ke XIV tidak sah, dimana tidak sahnya,” tegasnya Jumat (28/1/2022).

Haris melanjutkan, untuk mengajak Mang De mengecek kebenarannya pada kawan-kawan OKP Prov Bali, selain itu peserta utama Musprov ke XIV adalah OKP tingkat provinsi. Dan hal tersebut sudah sah, bahkan dihadiri oleh 50 persen lebih para OKP.

“Saya pertanyakan Mang De ini maksudnya apa? Selalu menginginkan jabatan Ketua DPD Bali, bahkan sudah pernah menjabat 11 tahun, dan Mang De sendiri umurnyapun sudah lebih, sedangkan batas menjadi calon adalah 40 dan memimpin KNPI maksima umur 43 tahun artinya Mande tersebut sudah expired umurnya. Ditambah lagi Mang De mengatakan kepada orang-orang bahwa sekertarisnyalah yang akan menggantikannya menjadi Ketua KNPI Bali, kan gak boleh itu memangnya KNPI tahta kerajaan. Terus apa Kinerjanya selama 11 tahun kepemimpinan Mang De apa? Yang ada KNPI Bali menjadi mati suri,” geramnya.(*ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker