Berita

Gubernur NTB Zulkifliemansyah Hadiri Pra Upacara Pengukuhan Calon Sulinggih Di Pagesangan Kota Mataram


Mataram, JaringPos | Gubernur NTB Dr. H Zulkifliemansyah menghadiri Pra Upacara Dwijati calon Sulinggih Pinanditha Ida Bagus Suciptha dan istri Jro Widya Swari, di Pagesangan Mataram, Jumat (25/3/2021)

Dalam sambutannya, Gubernur NTB Zulkifliemansyah mengatakan dengan pengukuhan Pinanditha Ida Bagus Suciptha dan istri Jro Widya Swari menjadi sulinggih diharapkan maka pelayanan kepada Umat Hindu akan semakin meningkat dalam memberikan pencerahan-pencerahan. Terutama dalam hal toleransi beragama.


“Kami berharap dalam menjalankan menuju jalan kebaikan, dalam kehidupan juga meningkat dengan adanya pencerahan-pencerahan dari Sulinggih,” ujar Zulkifliemansyah.

Ia memberi selamat kepada para calon Sulinggih dan berharap kelak setelah menjadi Sulinggih, Ida Bagus Suciptha beserta istri Jro Widya Swari mampu memberikan ilmunya kepada masyarakat agar tercipta suatu keseimbangan antar umat.

“Selamat untuk calon Sulinggih Pinanditha Ida Bagus Suciptha beserta istri Jro Widya Swari, semoga setelah menjadi Sulinggih, mampu memberikan ilmunya kepada masyarakat agar tercipta suatu keseimbangan antar umat,” ujarnya.

Baca Juga:
Sulinggih Pinanditha Ida Bagus Suciptha dan istri Jro Widya Swari-JaringPos
Ket foto: Calon Sulinggih Pinanditha Ida Bagus Suciptha dan istri Jro Widya Swari bersama Gubernur NTB Dr. H Zulkifliemansyah (tengah).

Pinanditha Ida Bagus Suciptha dan istri Jro Widya Swari menjadi calon Sulinggih yang di usung PHDI Jawa Barat untuk melayani umat Hindu khususnya di wilayah Prov. Jawa Barat Dengan upacara Padiksan/dwijati ini, calon Sulinggih akan melakukan pelaksanaan prosesi upacara dan upakara di Griya Amertha sari Pagesangan Mataram, NTB.

Zulkifliemansyah juga menegaskan Kedepannya Sulinggih akan senantiasa menjadi panutan dan penerang bagi umat dalam melaksanakan upacara maupun dalam menjalin kehidupan sehari-hari. “Sulinggih ini milik semua umat, untuk itu sudah sepatutnya menjadi pengayom umat, dan wajib memberikan pencerahan kepada umat,,” ujarnya.

Sementara itu, Manggala Dharma Upapathi Prov. NTB Ida Pedanda Gde Kerta Arsa dalam sekapur sirih menyampaikan, untuk menjadi seorang Sulinggih ada beberapa tahapan dan proses yang harus dilakukan. “Jadi tidak langsung menjadi Sulinggih tapi berproses, dari Pinanditha barulah menjadi Sulinggih,” ujar Ida Pedanda Gde Kerta Arsa.

Ketua Dharma Gosana Prov. NTB Ida Pedanda Gde Pidada Sebali Keniten yang turut hadir pada acara tersebut menjelaskan, Upacara Padiksan/Dwijati adalah upacara yang bermakna lahir untuk kedua kalinya (reinkarnasi) sebagai seorang Sulinggih.

“Sejak seseorang mendapat Diksa dalam upacara penyucian ini, mereka dikenal sebagai Dwijati dan dari padanya diharapkan mulai mematuhi segala peraturan sebagai Sulinggih. Seseorang yang sudah mulai proses tata upacara Diksa inilah yang mempunyai wewenang luas dalam pelaksanaan dan menyelesaikan berbagai upacara yadnya,” ujar Ida Pedanda Gde Pidada Sebali Keniten.

Selain Dihadiri Gubernur Prov. NTB Dr. H Zulkieflimansyah, Penobatan calon sulinggih di Griya Amertha Sari Pagesangan Mataram, NTB, juga dihadiri Kepala Dinas Kominfo Prov. NTB I Gde Putu Hariyadi, E.Sos. M.H., Ketua Dharma Gosana NTB Ida Pedanda Gde Pidada Sebali Keniten, Ketua PHDI Prov. NTB Ida Made Santi Adnya, SH., MH., Ketua PSN Prov. Jawa Barat Pinanditha I Gusti Arya Perwakilan Keluarga Besar dan sejumlah undangan dari seluruh Kota Mataram. (*cakrabawa)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker