Ekonomi

Geliat UMKM Hadapi Akhir Pandemi, Fuad: Ikut Arus


"Bertahan dengan mengandalkan promosi dari teman-teman dekat serta dari komunitasnya sesama UMKM street food"

Denpasar, JaringPos | Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan hampir seluruh sektor usaha, termasuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pandemi Covid-19 ini juga telah mengubah perilaku interaksi sosial saat ini. Masyarakat dituntut untuk beradaptasi ke dalam pola hidup yang baru atau biasa disebut dengan new normal. Perubahan tersebut dijalankan agar masyarakat tetap dapat beraktivitas di tengah pandemi. Caranya, dengan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona. Penerapan new normal sendiri penting bagi sektor ekonomi. Pasalnya, di awal pandemi, banyak bidang usaha harus mati suri atau bahkan gulung tikar, terutama usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Data Kemenperkraf menyebutkan sekitar 30 juta pelaku UMKM terpaksa harus menutup usahanya untuk sementara waktu karena pandemi Covid-19. Karena itu, perlu ada usaha adaptif untuk mempertahankan bisnis di masa sulit. Di antaranya memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, memperluas jangkauan dengan bergabung ke berbagai platform e-commerce, dan menerapkan sistem pembayaran nontunai atau digital. Khusus yang disebutkan terakhir, sistem pembayaran nontunai tidak hanya menawarkan kepraktisan dalam tiap transaksi, tetapi juga aman karena minim kontak fisik (contactless).


Fuad 32, dengan usahanya ‘Tropicana Juice Bar’ pada sebuah stand makanan disalah satu mall di Kuta mencoba tetap bertahan dengan strategi klasik yang dia anggap paling relevan untuk diterapkan dimasa pandemi saat ini, “ikut arus” alias tidak ada kepastian dimana dan kapan pandemi ini akan berakhir.

“Tidak ada strategi khusus, saya ikut arus aja, setidaknya saya tetap mengedepankan pelayanan dengan kualitas juice terbaik untuk menjaga agar pelanggan puas,” ujar fuad saat ditemui di Kedai miliknya, Sabtu (22/5/2021).

Tropicana Juice Bar Street food di Kuta
Tropicana Juice Bar Street food di Kuta

Menurut Fuad, usaha yang digelutinya sejak awal pandemi memang tidak ada target apa-apa, berhubung situasi dia memulai usahanya adalah di awal terjadinya pandemi. Sementara untuk tetap bertahan dia hanya mengandalkan promosi dari teman-teman dekat serta dari komunitasnya sesama UMKM street food.

Baca Juga:

Pria yang aslinya adalah seniman lukis asal Yogyakarta ini berharap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mendapatkan dukungan untuk dapat berkembang di masa pandemi. Dukungan ini diperlukan karena pelaku usaha UMKM ini menjadi pondasi bagi perekenomian Indonesia.

“Sebagai pondasi ekonomi Indonesia, untuk itu perlu adanya pengembangan dan pemberdayaan terhadap UMKM, terutama di masa pandemi seperti sekarang,” ujarnya.(ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker