BeritaNasionalOlahraga

BWF Minta Panggil Polisi Usai Indonesia Bantai China di Thomas Cup, Ternyata Ini Yang Terjadi


JaringPos | Kesuksesan Indonesia bantai China di final Thomas Cup membuat BWF meminta untuk memanggil polisi.

Dikabarkan bahwa ternyata tentu saja, panggilan polisi yang diminta oleh induk bulu tangkis dunia itu hanya lelucon belaka.


Lelucon tersebut tak lepas dari keberhasilan Indonesia yang sukses membantai China dengan skor telak, 3-0. Dikutip Jaringpos.com dari GenPi, Senin (18/10/2021).

Kemenangan dalam tiga laga beruntun itulah yang membuat BWF menjuluki Indonesia telah melakukan pembunuhan massal atau pembunuhan besar-besaran.

“Killing Spree! (Pembunuhan besar-besaran!),” tulis BWF di akun Instagram resminya.

Baca Juga:

 

“Seseorang tolong panggilkan polisi!” canda BWF.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark itu, Indonesia berhasil menyapu bersih kemenangan atas China dengan skor 3-0.

Skor pertama Indonesia diraih dari sektor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, yang berhasil mengalahkan Lu Guangzu lewat rubber game, 18-21, 21-14, 21-16.

Lalu skor kedua Indonesia diraih dari sektor ganda putra, di mana Fajar Alfian/Muhammad Rian berhasil menang atas He Jiting/Zhou Haodong dengan skor 21-12 dan 21-19.

Dan penentu kemenangan Indonesia datang dari sektor tunggal putra, di mana Jonatan Christie mampu mengalahkan Li Shi Feng dengan skor 21-14, 18-21 dan 21-14.

Keberhasilan Indonesia meraih gelar juara Thomas Cup 2020 sekaligus mematahkan kutukan yang telah bertahan selama 19 tahun lamanya. (*slm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker