Berita

PHDI NTB Prihatin Ada Umat Tak Bijak Bermedia Sosial


Mataram, JaringPos | Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi NTB turut prihatin soal postingan Ni Putu Rediyanti di akun facebook miliknya, yang dinilai telah melukai dan mencederai kerukunan antar umat beragama di NTB.

PHDI sangat menyesalkan postingan tersebut, karena secara tidak langsung umat Hindu, tokoh-tokoh agama Hindu dan masyarakat turut dianggap telah memberikan dampak negatif yang sekaligus memunculkan permasalahan baru di tengah-tengah kerukunan dan persaudaraan umat beragama yang telah terjalin baik selama ini.


“Dengan kondisi tersebut, kami dari PHDI Provinsi NTB ingin menginisiasi hal itu sebagai upaya langkah preventif sekaligus menghindari terjadinya konflik horizontal di tengah masyarakat NTB yang majemuk dan multikultur,” kata Ketua PHDI Provinsi NTB, Ida Made Santi Adnya SH, M.H.

Dengan melihat eksistensi PHDI sebagai lembaga sentral yang berfungsi membina, mengayomi serta meng advise umat Hindu, maka PHDI kata Made Santi, memiliki kewajiban moral melakukan langkah-langkah preventif dan koordinatif dengan mengundang serta melibatkan berbagai komponen umat beragama, seperti tokoh-tokoh umat Hindu, tokoh agama, berbagai ormas Hindu. Tujuannya untuk meminimalisir terjadinya benturan antar umat beragama yang berimplikasi pada kekerasan dan melunturkan nilai-nilai kerukunan umat beragama dan persaudaraan serta persatuan antar umat beragama di NTB.

PHDI NTB menurut Made Santi, sangat menyadari bahwa upaya mempersatukan dan menumbuhkan keharmonisan dan persatuan itu memerlukan kebulatan tekad, kerja keras, yang dijiwai semangat pengabdian dan gotong royong, dengan berpegang teguh pada nilai-nilai kearifan lokal sebagai salah satu bentuk ajaran Tat Twam Asi. Kemudian pada hakikat tujuan hidup dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara umat Hindu, yang meliputi kedamaian, harmoni, kesejukan, kenyamanan, keamanan dan kebersamaan sehingga umat Hindu senantiasa harus mengembangkan sifat toleransi.

Baca Juga:

Dijelaskan Made Santi, berdasarkan nilai-nilai tersebut, PHDI NTB dan seluruh umat Hindu di NTB menyatakan sikap bahwa PHDI sangat menyesalkan adanya postingan tersebut. Pun demikian, PHDI mengapresiasi langkah-langkah cepat secara personal oleh pemilik akun dengan memohon maaf atas kekeliruan dan kekhilafan atas postingannya itu.

PHDI berharap langkah-langkah yang telah dilakukan pemilik akun dapat memberikan jalan keluar yang lebih mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kekeluargaan, disamping itu memberikan kesempatan mereka yang pernah membuat kesalahan dan kekhilafan untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi perbuatan serupa.

“Apabila upaya-upaya kekeluargaan tidak berhasil, maka PHDI menghargai dan menghormati pihak-pihak yang melaporkan perbuatan saudari Ni Putu Rediyanti Sinta kepada pihak kepolisian untuk dapat ditegakkannya kepastian, kebenaran dan keadilan hukum di masyarakat,” kata Made Sinta seraya menghimbau seluruh masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan tetap menjaga kerukunan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(*Bayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker