BeritaHukumNasionalOlahragaPariwisataPolitik

PSI: Montreal Hanya Bayar 18,7 M untuk Formula E, Mengapa Jakarta Ditagih Commitment Fee Rp 2,4 T?


Jakarta, JaringPos | Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra mempertanyakan perbedaan mencolok pembayaran commitment fee Jakarta dengan kota lain penyelenggara Formula E.

Dia menyebut, kota Montreal di Kanada hanya menyetorkan uang sebesar Rp 18,7 miliar untuk penyelenggaraan balap mobil listrik itu ke Formula E Operation (FEO).


“Pemprov DKI Jakarta dan PT Jakpro patut jeli dan mempertanyakan mengapa penerapan biaya commitment fee di berbagai kota berbeda? Mengapa Montreal hanya membayar 5 persen dari biaya commitment fee yang ditagihkan Dispora,” ujar Anggara dalam keterangan tertulis, Kamis (16/9/2021).

Dia mengatakan, tidak semestinya anggaran senilai Rp 2,4 triliun dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta hanya untuk membayar commitment fee saja.

Karena sejumlah kota besar di negara seperti Amerika Serikat tidak dikenakan biaya commitment fee. Kata Anggara dikutip Jaringpos.com pada Kompas.com, Kamis 16/9/2021).

Baca Juga:

Bahkan, kata Anggara, Roma Italia menjadi satu kota yang bebas biaya commitment fee hingga penyelenggaraan tahun 2025.

“Ini patut dipertanyakan, mengapa biaya commitment fee Formula E Jakarta sangat tinggi dan jelas membebani APBD Jakarta,” ujar dia.

Itu baru soal Formula E, Anggara mencurigai masih ada sejumlah klausul dalam perjanjian penyelenggaraan Formula E yang bisa merugikan keuangan Pemprov DKI Jakarta.

Alasan itu membuat PSI semakin yakin hak interpelasi harus dilaksanakan agar transparansi penyelenggaraan Formula E bisa terbuka jelas.

“Jika tidak ada interpelasi, maka semua ini akan jadi misteri bagi semua warga Jakarta, karena tidak ada kejelasan dari Pemprov DKI Jakarta dan Gubernur Anies,” ujar dia.

Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta memiliki kewajiban membayar commitment fee sebesar Rp 2,4 triliun dalam waktu lima tahun penyelenggaraan Formula E yang dijadwalkan.

Kewajiban tersebut pernah tertuang dalam surat laporan rencana kegiatan Formula E Nomor Nomor 3486/-1.857 yang dikeluarkan Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta.

Dispora menyebut Pemprov DKI Jakarta harus mengalokasikan anggaran pembayaran Commitment Fee lima tahun berturut-turut sesuai dengan perjanjian yang ditandatangani bersama FEO.

“Dan apabila kewajiban tersebut tidak bisa dilaksanakan maka akan dianggap sebagai perbuatan wanprestasi yang dapat digugat di Arbitrase Internasional di Singapura,” tulis Dispora DKI.

Commitment fee yang harus dibayar, yaitu:

Sesi 2019/2020 sebesar 20 juta Poundsterling

Sesi 2020/2021 sebesar 22 juta Poundsterling

Sesi 2021/2022 sebesar 24,2 juta Poundsterling

Sesi 2022/2023 sebesar 26,62 juta Poundsterling

Sesi 2023/2024 sebesar 29,282 juta Poundsterling

Penyelenggaraan Formula E di Jakarta kembali menjadi polemik setelah Gubernur Anies menginstruksikan jajarannya menggelar balapan tersebut pada 2022.

Namun, hingga kini persiapannya belum jelas. Pemprov DKI belum mau bicara soal Formula E.

Gubernur Anies, Sekretaris Daerah Marullah Matali, hingga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Achmad Firdaus enggan komentar soal Formula E. Katanya (*slm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker