Pariwisata

Syamsinar Syasa: Data PDRB Sektor Pariwisata Sulawesi Tenggara Belum Terkonfirmasi


Kendari, JaringPos | Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Prov. Sultra Syamsinar Syasa menyampaikan bahwa Industri pariwisata harus mampu menghasilkan berbagai macam terobosan, akselerasi, dan inovasi, mengatasi tantangan pandemi saat ini. Pengembangan industri pariwisata diharapkan dapat membantu mengangkat ekonomi masyarakat.

Walaupun, saat ini situasinya sedang tidak mudah karena pandemi, sehingga menjadi tantangan berbagai pihak untuk mencari cara atau solusi untuk menghadapi krisis saat ini. Namun, sektor pariwisata tidak akan lepas dari industri dan inovasi.


Hal tersebut diungkapkan Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Prov. Sultra Syamsinar Syasa menanggapi paparan materi proposal penelitian dalam rapat kelitbangan tahun 2021 dalam upaya mengintegrasikan pihak peneliti dan pengendali mutu sebagai review dalam upaya perbaikan arah kebijakan kelitbangan tahun 2021 di Kendari, Selasa (17/3/2021).

Syasa mengatakan, bahwa pengembangan bisnis dan industri kreatif dalam sektor pariwisata dapat membantu memulihkan ekonomi masyarakat akibat Covid-19, yaitu dengan menciptakan berbagai macam terobosan, akselerasi, dan inovasi dari semua stakeholder terkait. Sehingga penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan rekomendasi untuk kebijakan Dinas Pariwisata Prov. Sultra pada perubahan tahun 2021 dan tahun berikutnya, namun data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pariwisata Sulawesi Tenggara Belum terakomodir pada BPS.

“Terkait penelitian teman-teman, ada beberapa catatan dari kami, karena pentingnya penelitian ini, pertama data BPS mengenai peran sektor pariwisata terhadap pembentukan PDRB Provinsi Sulawesi Tenggara belum ada, sehingga yang dihitung sebagai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pariwisata Sultra adalah sub-sektornya,” ujar Syasa.

Baca Juga:

Syasa mengungkapkan bahwa pada tahun 2022 Dinas Pariwisata Prov. Sultra berencana melakukan pemutakhiran data PDRD sektor pariwisata Sulawesi Tenggara.

“Tahun 2022 kami berencana untuk mengendorse sendiri, untuk melihat peran sektor pariwisata terhadap PDRB. Tentunya dengan bekerjasama dengan BPS,” ungkap Syasa.

Dia berharap, penelitian ini akan memberi rekomendasi terhadap pengambilan kebijakan Dinas Pariwisata Prov. Sultra, menghasilkan data yang valid sehingga sampai pada pokok pemecahan masalah.

“Industri pariwisata itu cakupannya besar, harapan kami penelitian ini akan memberi rekomendasi kebijakan, kami siap memberi masukan untuk dijadikan bahan rujukan dalam penelitian,” pungkas Syasa.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Balitbang Prov. Sultra, Ir. Sukanto Toding ini dihadiri Kepala Dinas Kominfo Sultra M. Ridwan Badallah, S.Pd, MM., sejumlah pemateri, Tim Pemngendali Mutu Prov Sulawesi Tenggara dengan mengusung tema Dampak Covid-19 Terhadap Industri Pariwisata, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Tenggara dalam upaya mengintegrasikan pihak peneliti dan pengendali mutu sebagai review dalam upaya perbaikan arah kebijakan kelitbangan tahun 2021.(04dR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker