BeritaInternasional

Masjid Terbesar Jerman di Köln Mulai Kumandangkan Azan

JaringPos, Masjid terbesar di Jerman mulai mengumandangkan azan untuk pertama kalinya pada Jumat (14/10/2022). Keputusan itu muncul sebagai bagian dari kesepakatan antara Masjid Pusat Köln dan pemerintah kota. Sebagaimana diketahui Köln memiliki lebih dari 100.000 penduduk muslim.

Masjid ini berdiri strategis di Distrik Ehrenfeld, Kota Koln. Letaknya berdekatan dengan destinasi-destinasi wisata setempat, seperti Community Center, bioskop, atau taman suburban Koln. Tidak perlu waktu lama untuk tiba disana. Dari Stasiun Utama Koln, jaraknya sekitar 2 kilometer dan dapat di tempuh dengan kendaraan roda empat sekira 10 menit. Bila dari Stasiun Koln Barat atau Stasiun Koln-Ehrenfeld, akan lebih dekat lagi sehingga pengunjung dapat berjalan kaki lima menit menuju masjid tersebut.

Masjid Agung Koln berada di atas area seluas 4.000 meter persegi. Sebelum menjadi pusat kegiatan Islam, lahan tersebut merupakan bekas pabrik yang terbengkalai. Kemudian, kaum Muslimin setempat, dengan sokongan dana organisasi Turkisch Isla mische Union der Anstalt for Religion (Institut Agama Persatuan Turki Islam/DITB), mengajukan proposal pendirian masjid. DITB merupakan cabang dari Kementerian Agama Turki. Sebagai informasi, pemeluk Islam di Jerman banyak yang berasal dari keturunan Turki. Kota Koln sendiri di huni sekitar 120 ribu orang Muslim.

“Kami sangat senang,” ujar Abdurrahman Atasoy, sekretaris jenderal otoritas urusan agama pemerintah Turki di Jerman, DITIB, yang mengelola masjid.

“Azan yang dikumandangkan adalah tanda bahwa umat Islam berada di rumah di sini,” tambahnya.

Wali Kota Köln Henriette Reker mengatakan bahwa mengizinkan azan adalah “tanda penghormatan” bagi banyak muslim di kota itu.


Masjid-masjid di beberapa kota di Jerman telah lama diizinkan untuk mengumandangkan azan, tetapi Köln baru menyetujuinya akhir tahun lalu.

Masjid besar di distrik Ehrenfeld akan menjadi masjid pertama di kota yang mengumandangkan azan salat Jumat. Masjid-masjid lain di kota itu juga telah menyatakan minatnya untuk mengambil bagian dalam proyek percontohan dua tahun itu.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Masjid Pusat Köln akan diizinkan untuk mengumandangkan satu kali azan melalui pengeras suara hingga lima menit pada hari Jumat, antara siang hingga pukul 15 waktu setempat. Volume tidak boleh melebihi 60 desibel.

Masjid Pusat Köln telah menjadi titik sentimen anti-muslim di masa lalu dan telah dikecam terutama atas keterlibatan DITIB.

Pihak yang mengkiritik, menuduh organisasi itu memata-matai para pembangkang Turki yang tinggal di Jerman.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meresmikan masjid itu sendiri selama kunjungan kontroversial ke Jerman pada September 2018.

Pada 16 Juni 2007, misalnya, sebanyak 200 orang mengadakan protes menentang kehadiran masjid di kota tersebut. Bagi mereka, orang Islam masih lekat dengan stigma-stigma outsiders, yakni kaum pengungsi dan terorisme.

Di tengah isu demikian, pembangunan Masjid Agung Koln terus diupayakan.

Satu hal menarik adalah proses pengumpulan dana untuk itu tidak hanya dibantu sekurang-kurangnya 884 organisasi Islam di Jerman, melainkan juga donasi dari Gereja St Theodore Koln.

Arsiteknya juga berasal dari kalangan akademisi Technical University of Koln, Paul Bohm. Dia sebelumnya telah merancang sejumlah gereja-gereja, termasuk St Theodore Koln. Pada 28 Agustus 2008, Dewan Kota Koln mengadakan pemungutan suara terkait proposal pendirian masjid ini.
Keberadaan Masjid Agung Koln menandakan Islam yang terus berkembang di Benua Biru. Menurut data Pew Research Center (2017), Jerman merupakan salah satu negara dengan populasi Muslimin terbesar di Uni Eropa. Hingga pertengahan 2016, sebanyak 5 juta jiwa memeluk agama ini atau se kira 6,1 persen dari total penduduk. Menurut laporan the Economist14 April 2018, negara ini juga kian menunjukkan kebanggaan akan keterbukaan dan kebhinekaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker