Daerah

Puspa Negara: Penertiban Banner Babi Guling Adalah Penataan Keserasian Kota Secara Estetika, Jangan Diplintir

Badung, JaringPos | Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali, Wayan Puspa Negara menanggapi cibiran perihal penertiban banner babi guling oleh Satpol PP yang terjadi pada Sabtu (29/10/2022) lalu. Menurutnya, hadirnya rangkaian kegiatan G20 memberi dampak yang sanga positif bagi Bali dilihat dari segi ekonomi, promosi pariwisata terutama sejak pandemi melada dunia secara global.

“Demi kesuksesan penyelenggaraan forum G20 di Indonesia, diharapkan seluruh warga Indonesia khusnya warga Bali peduli dan turut berpartisipasi dalam kebijakan-kebijakan yang berhasil dirumuskan dalam pertemuan tersebut. Tentu Indonesia ingin menunjukkan  leadership sekaligus memanfaatkan peluang bahwa peningkatan perekonomian dengan arah transisi energi, artinya memprioritaskan investasi baru yang lebih ramah lingkungan sekaligus menjadi pemimpin bagi rencana perubahan global dalam tatanan dunia baru,” ujarnya.

Penyelenggaraan G20 yang persiapannya sudah mulai sejak bulan Mei 2022 lalu telah memciptakan satu langkah pemulihan penting dalam kepariwisataan bali yakni secara real meningkatkan ocupancy hotel-hotel, dan length of stay wisman di Bali yang berarti tercipta multyfliyer effec dan trickle down effect bagi masyarakat.


“Begitu besar dan esensialnya peran Presidensi G20 Indonesia ini bagi bangsa kita dan dunia, khusus untuk Bali jelas sebagai destinasi international secara general Bali mendapat Public Relation yang kuat di mata dunia, promosi gratis yang impresive, hingga pendorong kepercayaan dunia terhadap nama Bali sebagai destinasi internasional yang sanggup menjadi host perfect dalam kegiatan MICE dunia, dimana hal ini mengarah pada quality tourism.

Ia menambakan, segala persiapan G20 telah pula menciptakan perbaikan dan penataan infrastruktur di kawasan tertentu terutama di Bali Selatan yang dapat dirasakan secara langsung mulai dari perbaikan terminal VVIP Airport, penataan jalan Toll Bali Mandara hingga pengelolaan sampah, meskipun ada semacam cibiran saat Tim Satpol PP menertibkan spanduk, banner dan sejenisnya yang memang terlihat kurang padu-padan dengan estetika ruang, dan jelas yang ditertibkan itu semua jenis periklanan yang tidak mendukung suasana, bukan hanya banner babi guling, mungkin hanya kebetulan itu yang terekam saat terjadi penertiban.

“Sebaiknya hal ini tidak di explorasi seolah-olah yang ditertibkan hanya sign babi guling, justru sign babi guling yang sesuai estetika tetap ditonjolkan karena itu adalah kuliner khas sensasionalnya Bali. Maksud dari penertiban SatPol PP adalah untuk ketertiban umum, keserasian penataan kota secara estetika, jangan dipelintir. Selanjunya mari kita sukseskan Presidensi G20 di Bali demi kebangkitan pariwisata Bali & menciptakan pariwisata berkelanjutan,” tutupnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker