BeritaDaerah

Sejarah Perjalanan Panjang 86 Warsa, Ide Pedande Nabe


Mataram, JaringPos | Gede Putu Singarsa terlahir hari ninggu tanggal 10 maret tahun 1935 dengan nama Ida Bagus Santa di Pagesangan Mataram, menjadi PNS pada Kodim Wira Bakti di Mataram. Kemudian tahun 1970 pindah ke Jakarta
ditugaskan pada Disroh Hindu AD di Cijantung Jakarta.

“Di Jakarta Ida Bagus Santa, telah berhasil mengukir sejarah dan tercatat Tanggal 15 Oktober 1976. Sebagai orang pertama yang didiksa di Jakarta dan menjadi Sulinggih diluar Bali dan Lombok dengan parep abiseka Ide Pedande Gede Putu Singarsa, kata Ida Bagus Satwika dalam Jumpa Pers dengan Jaringpos.com, Senin (1/11/2021).


Beliau bersama umat Hindu di Jakarta telah
menambah pendirian dua buah pura, yaitu; Pura Kerta Jaya di Tangerang Banten dan Pura Agung Taman Halim di Jakarta Timur.

“Tiga tahun Ngeloka pala Sraya di Jakarta,
tepatnya di tahun 1978 Ide Pedande Gede Putu singarsa kemudian oleh Disbintal AD
ditugaskan ke Bandung Untuk membina umat Hindu se Jawa Barat,” ungkapnya.

Selama bertugas disana beliau berhasil meletakkan batu pertama/Ngeteg Linggih
dan melaspas beberapa Pura.

Baca Juga:

Berikut Beberapa Pura

“Pura Wira Loka Nata di Cimahi, Pura Wira Satya Dharma di Bandung Utara. Pura Wira Satya Akaca di Bandung Selatan, Pura Candra Dharma di Bandung Timur, Pura Prajapati di Bandung Raya, Pura Tri Yuda Sakti Kopasus di Batu Jajar Bandung Barat, Pura Dharma Sestimpolri di Lembang Bandung Utara, Pura Giri Natha di Lembang Jawa Barat, Pura Puser Dayauh Siliwangi di Lembang Jawa Barat, Pura Agung Jagad Kartha di Gunung Salak Bogor Jabar, Pura Tirta Buana di Bekasi Jawa Barat, Pura Jati Permana di Cerebon Jawa Barat, Pura Jagat Natha di Kutai Kalimantan Timur.” imbuhnya.

Selama lebih dari 45 tahun Ide Pedande Nabe Gede Putu Singarsa Ngeloka Palasraya di Jakarta dan Jawa Barat, maka pada Tanggal 15 februari 2021 beliau memutuskan untuk Mantuk ke Geryanya di Pagesangan Mataram Lombok.

Sekembalinya di Lombok Beliau menapak-napak nabe putranya Ida Mangku Sucipta menjadi sulinggih, dengan abiseka Ide Pedanda Gede Putra Dharma Arsa untuk meneruskan Loka pala srayanya di Bandung Jawa Barat.

“Dan kemudin setelah 8 bulan berada di Geriya Satwika Loka pada tanggal dan bulan yang sama ketika beliau sede angge 45 tahun yang lalu 15 oktober tahun 1976, dan di tanggal yang sama beliau tiba di lombok 15 februari 2021 tepatnya 15 Oktober 2021,” ujarnya.

Raine Sukre Wage Wariga, Ritatkala Ning Brahma Muhurta, Galang Kangin, Ide Pedande Nabe Gede Putu Singarsa, Memargi mantuk ring Sunya Loka. Amor Ing Acitya, meninggalkan seorang Rabi Oke di Dharma Tiga Sulinggih, yaitu Ide Pedande Gede Kertha Arsa, Ide Pedande Gede Pidada Srbali Keniten.

“Ide Pedande Gede Purta Dharma Arsa memiliki anak 6 orang, Cucu 14 orang dan Cicit 10 orang, antara lain Nabe, Aji, Kakiyang,” jelasnya.

Upak kami telah pergi, tidak ada gading yang tak retak, maka jika ada wacika atau kayika beliau, yang mungkin keliru atau dirasa kurang berkenan dihati.

Kami warih beliau, dengan segala ketulusan hati, memintakan maafnya dan bagi semeton semua yang telah dengan iklas ngiring beliau memargi sampai disini, kami haturkan dahating suksme.

Mari dari sini, bersama kita doakan agar perjalanan betare lepas Ide Pedande Nabe Gede Putu Singarsa Perside memargi antar, Rauh ring sunya loka, Amor ing Acintya.

Astungkare

Om Asato Ma Sad Gamaya Tamaso Jyotir Gamaya Mritiyor Amertam Gamaya (Brhad Arana Upanisad 1-30.28) yang artinya: Ya Tuhan, Hyang widhi Wasa bimbinglah kami,
dari kekeliruan menuju kebenaran.

“Bimbinglah kami dari kegelapan menuju cahaya terangmu, bimbinglah kami dari kematian menuju keabadian Om Santi Santi Santi Om,” doanya. (ib.satwika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker