Berita

Disorot Media Asing, Layanan Imigrasi Bandara Ngurah Rai Disebut Sebagai Mimpi Buruk

Mangupura, JaringPos | Adanya keluhan wisman soal proses Keimigrasian pada saat kedatangan di Bandara Ngurah Rai yang menenggu atrian sampai 5 jam ditanggapi serius oleh Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB) Puspa Negara yang menyebut hal ini menampar wajah pertama Bali atau kesan pertama saat wisatawan tiba di Bali.

“Sangat tidak berbanding lurus dengan upaya menuju kebangkitan pariwisata Bali saat ini meski masih ditengah pandemi covid 19 level I, kita berharap wisman yang datang mendapatkan pelayanan yang nyaman, mudah, cepat dan efisien karena memang tujuan berwisata adalah untuk refreshing, kebahagian, kesenangan dan kenyamanan,” ujar Puspa Negara di Badung, Sabtu (31/7/2022).

Ia menegaskan bahwa dengan kondisi antrian yang mengular dan sangat lama bagi wisman karena prosedur keimigrasian adalah sangat tidak mendukung tujuan wisatawan berkunjung ke Bali (happines, joyable & comportable), menurutnya, situasi ini harusnya tidak terjadi jika pihak pengelola bandara, keimigrasian dan pihak terkait lainya di bandara Ngurah Rai memiliki visi yang sama dengan tujuan pembangunan Bali yang tergantung dari sektor pariwisata.

“Jangan sampai waktu berlibur mereka terpotong sia-sia hanya karena prosedur di Bandara yang jelimet dan tidak efisien. Seharusnya Management Bandara Ngurah Rai memahami bahwa meskipun di tengah Pandemi pariwisata Bali sudah mulai bangkit, dan dengan adanya kejadian ini, bisa jadi wisatawan jadi menunda kunjungannya ke Bali,” terangnya.

Salah satu media asing loyaltylobby.com menyoroti hal tersebut dengan judul Bali Airport Has Become A Nightmare With Up To Five Hours Immigration Lineups – Stay Away! “Bandara Bali Menjadi Mimpi Buruk Dengan Antrean Imigrasi Hingga Lima Jam – Jauhi!” dan sempat viral di sejumlah media online luar negeri.

Dalam artikelnya loyaltylobby.com memuat keluhan seorang wisman John yang memberi nilai buruk pelayanan keimigrasian yang terkesan lamban dan kurang persiapan menyambut kembali membludaknya kunjungan wisman ke Bali.


“Pertama, ada semacam garis penyortiran di mana orang harus mengunjungi konter untuk menunjukkan dokumen masuk seperti sertifikat vaksinasi, dalam kasus saya, saya diberitahu oleh petugas untuk duduk di kursi dan dia pergi dengan kartu kredit saya untuk membeli visa pada saat kedatangan,” tulis John.

“Dari loket yang ada, hanya loket kedua yang dikelola oleh petugas imigrasi, sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima atas nama pihak berwenang. Di mana stafnya? Apakah begitu sulit untuk mendapatkan petugas di daftar untuk mencap paspor orang?,” tambah John sembari menyimpulkan Bandara Bali telah menjadi mimpi buruk yang lengkap. Prosedur keimigrasian dan masa tunggu telah benar-benar di luar kendali dan mengingat situasi hari ini, tidak mungkin saya merekomendasikan siapa pun untuk mengunjungi Bali sampai semuanya menjadi lebih efisien.

I Wayan Puspa Negara
Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB) Puspa Negara (foto: ist)

I Wayan Puspa Negara berharap banyak pada pihak Bandara Ngurah Rai terutama di Keimigrasian agar segera membenahi kondisi ini dengan secepatnya dan tidak boleh lagi wisman mengantre hingga 5 jam lamanya, buka counter yang lebih banyak sesuai ratio kedatangan wisman, di sisi lain agar fungsi-fungsi pengawasan terhadap kinerja BUMN/Otorita Bandara terutama di Bandara Ngurah Rai di tunjukkan secara factual oleh Waskat (pengawasan melekat) internal Otorita Bandara, ditopang dengan Penguatan fungsi pengawasan DPRRI asal Bali, DPD RI asal Bali, DPRD PROV BALI, DPRD BADUNG.

“Yang terbaik adalah semua administratif prosedur kedatangan dan prosedur imigrasi bisa dilakukan diatas pesawat sebelum landing seperti pengisian formulir VOA, juga prosedure online lainnya seperti e-landing, e-imigration serta e-boarding. Sejatinya kami berharap pada pak Gubernur, Wagub, stake holders segera Sidak Pelayanan Bandara Ngurah Rai terutama di prosedur keimigrasian. Jika kondisi ini berlarut-larut dan tak kunjung diperbaiki, maka kami mendorong pihak otoritas untuk mengasorbsi tenaga lokal atau melokalisasi SDM di Bandara Ngurah Rai,” tutupnya.(*Rere)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker