Berita

Update Terkini! Korban Tewas Pesta Halloween di Seoul Capai 149 orang, Puluhan Lainnya Terluka

Jakarta, JaringPos | Sedikitnya 149 orang tewas dan lebih dari 150 terluka setelah dihancurkan oleh kerumunan besar yang mendorong maju di jalan sempit selama perayaan Halloween di ibu kota Seoul, kata pejabat Korea Selatan.

Choi Seong-beom, kepala pemadam kebakaran Yongsan Seoul, mengatakan jumlah korban tewas bisa meningkat karena pekerja darurat terus mengangkut korban luka ke rumah sakit.

Dia mengatakan banyak dari korban tewas telah dikirim ke rumah sakit sementara 46 jenazah lainnya masih berada di jalan-jalan di distrik rekreasi Itaewon pada Sabtu malam.

Saksi Park Jung-Hoon mengatakan mereka tiba sekitar jam 10 malam untuk melihat sesuatu seperti “medan perang”.

“Kami melihat adegan dari film di depan hotel di sana, seperti hal-hal yang terjadi selama perang, Mereka melakukan CPR di sana-sini dan orang-orang bergegas masuk karena tidak ada yang dikendalikan. Itu benar-benar di luar kendali” katanya.

Para pejabat mengatakan diyakini orang-orang tewas tertimpa setelah kerumunan besar mulai mendorong maju di gang sempit dekat Hotel Hamilton, tempat pesta besar di Seoul.


Peristiwa itu terjadi tepat pukul 22.20 waktu setempat. Sejumlah besar orang jatuh di gang selama perayaan, kata Choi, dengan banyak pengunjung pesta mengenakan topeng dan kostum Halloween. Banyak dari korban adalah wanita berusia 20-an, kata Choi.

Pejabat dari Badan Pemadam Kebakaran Nasional dan Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan sebelumnya mengatakan sekitar 100 orang terluka dan sekitar 50 dirawat karena serangan jantung pada Minggu pagi.

Lebih dari 400 pekerja darurat dan 140 kendaraan dari seluruh negeri, termasuk semua personel yang tersedia di Seoul, dikerahkan ke jalan-jalan untuk merawat yang terluka.

Badan Pemadam Kebakaran Nasional secara terpisah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para pejabat masih berusaha menentukan jumlah pasti pasien darurat. Sementara beberapa orang asing termasuk di antara mereka yang dipindahkan ke rumah sakit terdekat.

Tayangan TV dan foto dari tempat kejadian menunjukkan kendaraan ambulans berbaris di jalan-jalan di tengah kehadiran polisi yang padat dan pekerja darurat memindahkan yang terluka dengan tandu.

Pekerja darurat dan pejalan kaki juga terlihat melakukan CPR pada orang-orang yang tergeletak di jalanan. Di satu bagian, paramedis terlihat memeriksa setidaknya selusin orang yang terbaring tak bergerak di bawah selimut biru.

Polisi, yang membatasi lalu lintas di daerah terdekat untuk mempercepat transportasi yang terluka ke rumah sakit di seluruh kota, juga mengkonfirmasi bahwa puluhan orang diberikan CPR di jalan-jalan Itaewon.

Pemerintah metropolitan Seoul mengeluarkan pesan teks darurat yang mendesak orang-orang di daerah itu untuk segera kembali ke rumah.

Beberapa laporan media lokal mengatakan naksir itu terjadi setelah sejumlah besar orang bergegas ke bar Itaewon setelah mendengar seorang selebriti tak dikenal berkunjung ke sana.

Seorang saksi mata mengatakan kamar mayat darurat didirikan di sebuah gedung yang berdekatan dengan tempat kejadian.

Sekitar empat lusin mayat kemudian dibawa dengan tandu beroda dan dipindahkan ke fasilitas pemerintah untuk mengidentifikasi para korban, menurut saksi.

Ajang Pesta Terbesar sejak COVID

Media lokal mengatakan sekitar 100.000 orang berbondong-bondong ke jalan-jalan Itaewon untuk perayaan Halloween, yang terbesar sejak awal pandemi setelah pelonggaran pembatasan COVID-19 dalam beberapa bulan terakhir.

Itu adalah acara Halloween pertama dalam tiga tahun. Beberapa saksi menggambarkan kerumunan menjadi semakin tidak terkendali dan gelisah saat malam semakin larut.

Distrik Itaewon populer di kalangan anak muda Korea Selatan dan ekspatriat.

Puluhan bar dan restorannya penuh sesak pada hari Sabtu untuk Halloween setelah bisnis mengalami penurunan tajam selama tiga tahun pandemi.

“Anda akan melihat kerumunan besar saat Natal dan kembang api … tapi ini beberapa kali lipat lebih besar dari semua itu,” kata Park Jung-hoon, 21, dari tempat kejadian.

Jam malam di bar dan restoran dan batas 10 orang untuk pertemuan pribadi dicabut pada bulan April. Mandat topeng luar ruangan dijatuhkan pada bulan Mei.

Sementara itu, Presiden Yoon Suk-yeol telah memimpin pertemuan darurat dengan para pembantu senior membahas kejadia tersebut.

“Area itu masih kacau jadi kami masih berusaha mencari tahu jumlah pasti orang yang terluka,” kata Moon Hyun-joo, seorang pejabat di Badan Pemadam Kebakaran Nasional.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol mengeluarkan pernyataan yang menyerukan para pejabat untuk memastikan perawatan cepat bagi mereka yang terluka dan meninjau keamanan lokasi perayaan.

Dia juga menginstruksikan Kementerian Kesehatan untuk segera mengerahkan tim bantuan medis bencana dan mengamankan tempat tidur di rumah sakit terdekat untuk merawat yang terluka.(*ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker