Daerah

Di Mataram ada Warung Anti Lapar, Bisa Makan Sepuasnya, Bayar Seikhlasnya


Mataram, JaringPos | Tampak dua orang pengunjung mengambil nasi di Warung Makan Anti Lapar di Jalan Industri, Gatep, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, kemarin. Pengunjung bisa mengambil nasi dan lauk sesukanya, dan bayar seikhlasnya.

Makan sepuasnya, siapapun boleh datang ke warung ini. Bahkan, jika Anda tak membawa uang sekalipun. Ya, inilah Warung Anti Lapar milik Maya Apriani. Di kutip Jaringpos.com dari Lombok Pos, Sabtu (28/8/2021).


Nama warung makan satu ini cukup unik. Warung Makan Anti Lapar. Warung yang mulai buka tahun lalu ini, tanpa kasir. Pengunjung yang datang untuk makan diminta untuk membayar seikhlasnya di kotak amal yang disiapkan. Bahkan tidak membayar pun tidak apa-apa.

Warung yang terletak di Jalan Industri Gatep Ampenan terlihat cukup sepi, kemarin. Hanya dua karyawan sibuk menyiapkan lauk untuk dihidangkan di warung yang digagas Maya Apriani.

Sekilas warung makan yang tepatnya di depan SDN 23 Ampenan laiknya warung pada umumnya. Para pengunjung yang makan duduk bersila di ruangan yang ukurannya cukup besar. Dalam ruangan tersebut disiapkan meja yang dimanfaatkan para pengujung untuk makan lesehan.

Baca Juga:

Namun anehnya, di tempat makan tidak ada karyawan ataupun kasir. Pengunjung atau pembeli dibebaskan mengambil sendiri nasi dan lauk kesukaannya alias prasmanan.

“Begitu juga ketika selesai makan. Tidak akan ditagih untuk membayar karena tidak ada kasir. Melainkan para pembeli bisa membayar seikhlasnya di kotak amal yang disiapkan,“ Tidak bayar juga tidak apa-apa. tutur Maya, sapaan karibnya.

Meski begitu, dia tidak pernah rugi. Sebab, ada saja jalan untuk memenuhi kembali kebutuhan lauk untuk berjualan. “Kalau kita ikhlas, pasti ada jalan,” ucap perempuan 32 tahun ini.

Warung makan dibuka Agustus tahun lalu di tengah pandemi Covid-19. Pengunjung kebanyakan datang dari ojek online (ojol), pemulung, dan masyarakat biasa. Bahkan banyak yang datang menggunakan mobil bersama keluarganya untuk makan di warung sederhana ini.

“Kita hanya menyiapkan makan di tempat. Tidak bawa pulang. Tapi kalau ada yang mau bawa pulang untuk anak atau istrinya, kita kasih,” urai ibu empat anak ini.

Para pengunjung yang mau makan bisa mengambil nasi dan lauk sesukanya. Tiap hari menu yang disajikan beda-beda. Bahkan sebelumnya menu tiap harinya dituliskan di depan warung. Begitu juga dengan menu spesial disiapkan setiap Jumat.

“Kalau Jumat kita siapkan nasi kebuli,” ucap perempuan berdarah Medan ini.

Adapun menu tiap hari seperti ikan, telur, ayam goreng, kerupuk, dan sambal. Dalam sehari dia memasak nasi 10 kilogram karena banyaknya pengunjung yang datang. “Tapi saat pandemi ini kita masak nasi paling banyak 7 kilogram,” tuturnya.

Tak hanya makanan, dia juga menyiapkan aneka minuman. Seperti teh, kopi, dan es jeruk bagi pengunjung. “Kalau endak mesan endak kita berikan. Kita siapkan air putih saja,” ucapnya.

Maya kembali membuka warung ini sejak pekan lalu. Sebab pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 warung ditutup. Namun kini dia kembali melayani masyarakat yang akan menikmati hidangan kuliner yang dijajakan mulai pukul 10.00 Wita sampai pukul 19.00 Wita. “Kalau dulu sampai malam kita buka,” ungkapnya.

Awalnya warung makan dibuka di Jalan Seruni. Lalu pindah di depan Kampus Universitas Mataram. Setelah itu baru pindah ke Gatep Ampenan. Menurutnya, rumah makan tidak pernah sepi. Ada saja pengunjung yang datang mencicipi kuliner yang disajikan.

“Tiap hari ada saja pengunjung,” tutur perempuan yang tinggal di Perumahan Permata Anggrek, Kecamatan Ampenan ini.

Dari hasil penjualan ini Maya dan suami menyumbangkan ke anak yatim, kaum dhuafa, dan fakir miskin. “Kalau untuk sumbangan ini suami yang lebih tahu,” Katanya(*slm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker