Pendidikan

Siswa MAN 2 Mataram Ikuti Program Petukaran Pelajar Ke Amerika


Mataram, JaringPos | MAN 2 Mataram terus berbenah dan semakin eksis menunjukkan prestasinya di bawah kepemimpinan Bapak Drs. H. Lalu Syauki MS, M.Pd. Sebagai penyelenggara Madrasah Unggulan di tanah air, MAN 2 Mataram juga melakukan berbagai inovasi dan peningkatan kualitas di segala aspek, termasuk di bidang Bahasa.

Tahun ini empat Bahasa Asing yakni Bahasa Inggris, Bahasa Korea, Bahasa Arab dan Bahasa Jepang diberikan sejak awal kepada siswa baru dalam program matrikulasi.


Tujuan diadakan matrikulasi yakni ingin meningkatkan animo dan kompetensi siswa khusus pada bidang Bahasa Asing, serta untuk memetakan siswa yang benar-benar berminat dalam ke empat Bahasa tersebut.

Selain itu juga, program matrikulasi diharapkan memberikan dampak penyerta (nurturant effect) bagi guru dan warga madrasah untuk bisa menguasai salah satu Bahasa asing tersebut. Bila perlu ke-empatnya harus dikuasai.

Dampak penyerta untuk siswa terlihat dari semangat mereka mengikuti Program YES ke Amerika. YES Program (Youth Exchange and Study Program) merupakan beasiswa full selama satu tahun program atau dua semester tahun pelajaran.

Baca Juga:

Program ini didirikan pada bulan Oktober 2002 silam untuk memberikan beasiswa kepada siswa sekolah menengah usia 15-17 tahun dari negara-negara dengan populasi Muslim yang signifikan termasuk Indonesia. Tepatnya yang baru duduk di kelas X dan XI SMA/MA jika di Indonesia.

Program ini menghabiskan waktu satu tahun di Amerika Serikat. Siswa yang mengikuti program ini nanti akan tinggal dengan orang tua angkat. Mereka juga nanti akan terlibat dalam kegiatan sambil belajar tentang Amerika, memperoleh keterampilan kepemimpinan dan membantu memperkenalkan budaya Indonesia kepada bangsa Amerika serta budaya negara-negara peserta.

Untuk mengikuti Program YES, peserta diharuskan untuk mengikuti beberapa seleksi yang diadakan oleh Bina Antar Budaya Indonesia. Dikutip Jaringpos.com ntb.kemenag.go.id, Selasa (28/9/2021).

Ada beberapa seleksi yang harus dilalui oleh peserta, antara lain: seleksi administrasi, interview, dan dinamika kelompok. Sebagai panitia penyelenggara pertukaran pelajar, Bina Antar Budaya merupakan lembaga nirlaba non-pemerintah yang mengelola program pertukaran pelajar di Indonesia alias organisasi non-profit yang berkecimpung di dunia pertukaran budaya bangsa-bangsa.

Lembaga ini juga merupakan mitra dari organisasi International AFS Intercultural Programs. Setiap tahunnya Bina Antar Budaya menerima dan mengirimkan banyak siswa/siswi ke berbagai penjuru dunia dengan misi untuk saling mengenal kebudayaan masing-masing.

Adapun destinasi negara tujuan program YES adalah USA, akan tetapi peserta dapat memilih Benua Eropa dengan program AFS yang merupakan beasiswa parsial, dan program Asia Kakehashi yang merupakan beasiswa full dengan destinasi negara tujuan ke Jepang.

Enam siswa MAN 2 Mataram dari kiri atas; Hemaliana Putri, Agisha Nur Amelya, Baiq Namira Maitsa Diantara, Ilmana Chiyarona Akrom, Nabila Safira dan Faridh maulana Fachrezi

Tahun ini ada enam siswa MAN 2 Mataram yang mengikuti program ini. Mereka itu yakni: (1) Nabila Safira dari kelas X IPS 3, (2) Ilmana Chiyarona Akrom, kelas X MIPA 4, (3) Agisha Nur Amelya kelas X MIPA 4, (4) Faridh Maulana Fachrezi dari Kelas XI MIPA 4, (5) Hemaliana Putri dari Kelas X MIPA 4 dan (6) Baiq Namira Maitsa Diantara dari kelas X MIPA 4.

Dari keenam siswa tersebut, lima di antaranya dari kelas X. Ini bisa dimaklumi mengingat mereka masih menjadi siswa baru dan semangat untuk meningkatkan kompetensi diri. Di samping memang kemampuan Bahasa Inggris mereka sudah pada level intermediate dan advanced (menengah dan tinggi).

Seperti salah satu peserta yakni Ilmana Chiyarona Akrom sudah memiliki pengalaman tinggal selama delapan (8) tahun di Illinois, salah satu negara bagian di Amerika Serikat. Sudah barang tentu kemampuan Bahasa Inggrisnya tidak diragukan lagi.

Ajang serupa juga pernah diikuti oleh dua orang siswa MAN 2 Mataram yakni: Lalu Ladeva; Awardee KL-YES angkatan Tahun 2018/2019 dengan penempatan di Indiana kota Elkhart. Siswa lainnya yakni Rizki Putra Masyhadani dengan penempatan di negara bagian Massachusset, Plymouth.

Sebuah kota pinggir pantai di daerah Barat Benua Amerika yang terkenal dengan arsitektur klasiknya bagai kota Tua Ampenan yang eksotik serta tempat yang indah untuk menikmati sunset jelang petang. Peserta juga bisa tinggal dengan teman lainnya jika mendapat double placement (tempat alternatif kedua).

Kepala Madrasah Drs. H. Lalu Syauki MS, M.Pd. sangat antusias mengetahui informasi ini. Hal-hal baik seperti ini harus terus disosialisasikan agar keikutsertaan siswa MAN 2 Mataram semakin bertambah setiap tahunnya. Saya berharap mereka semuanya berhasil mengikuti jejak kakak-kakaknya dua tahun berturut-turut.

“Saya berkhusnus-zon akan hasilnya nanti, karena melihat dari potensi dan kemampuan Bahasa Inggris semua peserta sudah di atas rata-rata siswa seusia mereka. Tentu saja, capaian yang diperoleh para siswa juga bukan hasil yang serta-merta, melainkan ada peran strategis dan usaha maksimal oleh Pembina, para pelatih MEC dan orang tua, urainya.”

Poin penting dari semua ini sesungguhnya yakni anak madrasah bisa berpartisipasi dalam even global. Di saat orang masih berbicara lokalitas, kita selangkah lebih maju menuju globalitas. Intinya anak madrasah bisa menjadi siapa saja-bisa menjadi apa saja.

Terbukti, dalam berbagai even, anak madrasah bisa disejajarkan dengan anak-anak dari sekolah unggul lainnya. Anak madrasah yang mampu membawa nama harum orang tua, agama, lembaga dan bangsa. Katanya (*slm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker