Berita

Menapaki Jalan Salib di Beranda Sekolah


oleh Sil Joni

Tulisan ini merupakan buah dari sebuah permenungan intens soal upacara ‘Jalan Salib’ yang berlansung di SMK Stella Maris hari ini, Juma’t, (28/2/2020). Bagi saya peristiwa itu sangat pantas untu direnungkan, bukan saja karena upacara itu ‘baru pertama kali’ digelar, tetapi ada hal positif yang bisa dijadikan ‘bahan pembelajaran’ dalam hidup kita.


‘Jalan salib’ dalam tradisi iman Katolik sebenarnya lebih dari sekadar ‘seremoni’ peringatan akan ‘kisah sengsara’ Tuhan Yesus dua ribuan tahun lampau. Ritus  itu sejatinya adalah ‘cermin’ yang memantulkan ‘jalan kehidupan’ manusia itu sendiri. Dengan demikian, jalan salib dimaknai sebagai ‘proses merenungkan’ kisah hidup kita yang penuh dinamika dan tantangan.

fadd-JaringPos

Karena itu, kita membutuhkan ‘ruang ideal’ guna menapaki ‘jalan’ menuju taman bahagia itu. Ide jenius dan inspiratif dari Kepala Sekolah SMK Stella Maris, Rm. Dino Hardin, Pr diterjemahkan dengan baik oleh semua anggota komunitas akademik ini, dalam menghelat ‘jalan salib’ perdana di halaman tengah lembaga ini.

Baca Juga:

Menapaki ‘jalan salib’ di alam terbuka tentu tidak tanpa tantangan. Sinar-terik mentari siang yang ‘menyengat’ pori-pori tubuh, bisa menjadi ‘musuh pengganggu’. Tetapi, kuatnya dorongan religius yang bersifat internal, suasana gerah itu, alih-alih jadi musuh, justru dianggap sebagai ‘pil penyemangat’ untuk melewati jalan ini secara sempurna.

Upacara ini pun berjalan mulus. Aura bahagia terpancar dari semua anggota komunitas sebab ‘bejana rohani’ sudah kembali terisi berkat keseriusan mengolah permenungan akan ‘makna jalan salib’ bagi kehidupan masing-masing, terutama sebagai satu komunitas persaudaraan di institusi pendidikan vokasi ini.

Dari peristiwa kecil tetapi sarat makna di atas, ada beberapa poin vital yang semestinya kita gumuli secara serius. Pertama, ‘jalan salib’ adalah sebuah peristiwa yang khas manusiawi. Tidak ada manusia di dunia ini, yang tidak memiliki dan memikul ‘salib hidup’ (baca: tantangan, hambatan, masalah, penderitaan, dll).

edy e-JaringPos

Kedua, implikasi logis dari poin pertama itu adalah salib bersifat universal. Peristiwa salib dan menyalibkan itu tidak hanya terjadi dalam komunitas yang beragama Katolik.

Ketiga, oleh sebab itu, upacara peringatan ‘Jalan Salib’ tidak lain adalah sebuah momentum untuk ‘menyadarkan’ kita akan jalan penderitaan yang mesti kita tanggung untuk sampai pada puncak kebahagiaan. Keberhasilan atau kesuksesan itu tidak ‘jatuh begitu saja’ dari langit, tetapi mesti menyusuri lika-liku jalan salib kehidupan itu sendiri.

fto jn-JaringPos

Keempat, mental terabas, jalan pintas, easy going, budaya instan seperti yang sedang mewabah saat ini, merupakan musuh terbesar dari ‘semangat jalan salib’. Jalan salib menuntut spirit pengorbanan dan kesetiaan melewati setiap fase kehidupan di dunia ini. Kita tidak bisa melompat ke tahap atas, dengan mengabaikan tahap lain yang justru sangat menentukan dalam proses formasi identitas kita sebagai ‘manusia utuh’.

Kelima, karena ‘jalan salib’ itu bersifat manusiawi dan universal, maka kita bisa ‘menata dan mengkreasi tempat khusus’ untuk menggelar upacara peringatan ‘drama penderitaan hidup’ dengan bercermin pada ‘Kisah SengsaraTuhan Yesus Sendiri’.

HM-JaringPos

Atas dasar itulah, apa yang dipraktekan oleh Komunitas SMK Stella Maris hari ini, merupakan tanggapan kreatif atas makna jalan salib yang bersifat universal tersebut. Bahwasannya, halaman sekolah pun sangat bisa ‘didesain’ menjadi lokus permenungan akan jalan penderitaan masing-masing insan. Jadi, sekali lagi, profisiat dan apresiasi kepada lembaga ini yang sudah memperlihatkan ‘contoh yang baik’ bagaimana semestinya kita merayakan Jalan Salib secara kontekstual. Berharap komunitas akademik yang lain di Mabar ini ‘boleh tergerak’ untuk menerapkan hal yang sama. Selamat ‘Berjalan’ pada Jalan salib kehidupan masing-masing!

Penulis  Sil Joni  Pengajar SMK Stella Maris Labuan Bajo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker