Kesehatan

Virus Corona Varian Baru Asal Malaysia, Ditemukan Menular dari Anjing


"Asumsi virus corona berasal dari anjing muncul setelah mereka mendeteksi hasil tes swab lawas"

Jakarta, JaringPos | Malaysia pada hari Rabu melaporkan rekor 6.075 kasus virus korona dalam satu hari, dengan pihak berwenang memperingatkan situasi “mengerikan” karena rumah sakit dengan cepat terisi di daerah yang paling parah terkena dampak.

Malaysia telah berupaya menanggulangi penyebaran Covid-19 selama berbulan-bulan dan telah memperketat pembatasan secara nasional menjelang hari raya Idul Fitri minggu lalu.


Tetapi infeksi terus meningkat dan pihak berwenang sekarang mempertimbangkan lockdown yang lebih ketat di beberapa daerah.

Dilansir dari Asia Times, jumlah kasus Rabu(23/5/2021) mengalahkan rekor sebelumnya 5.728 yang ditetapkan pada 30 Januari.

Sebanyak 46 kematian tercatat, kata kementerian kesehatan, tertinggi kedua dalam catatan setelah 47 pada Selasa.

Baca Juga:

Kuala Lumpur dan negara bagian tetangga Selangor, bagian terkaya dan terpadat di Malaysia, telah terparah.

Pejabat kesehatan tertinggi negara itu, Noor Hisham Abdullah, menggambarkan situasi di sana sebagai “mengerikan” dan memperingatkan tempat tidur di unit perawatan intensif yang penuh.

“Sistem perawatan kesehatan… berada di bawah tekanan yang luar biasa, Garda depan lelah dan lelah, ” tulisnya di akun Facebook milik kementrian kesehatan Diraja Malaysia.

Sementara itu, peneliti menemukan virus corona baru asal Malaysia yang menular ke manusia dari anjing.
Dengan demikian, saat ini ada delapan virus corona yang terkonfirmasi bisa menginfeksi manusia. Tapi varian virus corona ini adalah yang pertama ditularkan dari anjing kepada manusia.

Saat ini terdapat 7 jenis virus corona yang diketahui. Virus corona sendiri adalah virus yang menjangkiti binatang. Namun, beberapa virus corona ini lantas bisa menular ke manusia.

Sebelum pandemi Covid-19 akibat virus corona SARS-CoV-2, beberapa virus corona yang menular dari binatang tidak sampai menimbulkan wabah. Virus corona SARS-CoV-2 bisa menjadi pandemi lantaran virus mudah menular antar manusia dan bisa menimbulkan kematian.

Virus corona yang terkonfirmasi bisa menular ke manusia dari anjing tadi dinamakan CCoV-HuPn-2018. Virus ini didapat dari hasil penelitian dari seorang anak yang dirawat akibat gejala pneumonia pada 2018 di Malaysia seperti dikutip The Independence.

Namun, saat ini belum dipastikan apakah virus ini bisa menjadi ancaman serius bagi manusia. Tapi, hasil penelitian mereka menekankan pentingnya mencatat berbagai virus yang bisa menular dari hewan ke manusia.

Studi ini juga tidak membuktikan kalau pneumonia yang menyebabkan anak itu dirawat di rumah sakit disebabkan oleh virus corona dari anjing tadi. Sehingga, kemungkinan virus corona baru ini tidak menular antar manusia.

“Kita harus mencari hal-hal ini (virus yang menular dari hewan ke manusia). Jika kita dapat tahu lebih awal dan mengetahui bahwa virus ini berhasil menular ke manusia, maka kita dapat mengatasi sebelum menjadi virus pandemi,” jelas Dr Gregory Gray, epidemiolog dari Universitas Duke yang menjadi salah satu penulis studi itu seperti dikutip The New York Times.

Para ahli memang sudah lama tahu kalau virus corona bisa menginfeksi anjing. Tapi, belum ada bukti virus corona anjing bisa menginfeksi manusia. Mereka juga belum yakin virus corona yang menginfeksi anak itu berasal dari anjing, sebab bisa jadi anak itu tertular dari hewan lain seperti kucing.

Asumsi virus corona berasal dari anjing muncul setelah mereka mendeteksi hasil tes swab lawas. Hasilnya, virus pada anak itu mirip dengan virus corona pada anjing. Si anak sendiri hidup di daerah yang bebas berinteraksi dengan hewan domestik dan hewan liar.

Penelitian ini dimulai Juni tahun lalu saat pandemi merebak. Mereka menguji sampel-sampel lawas dari pasien-pasien yang sempat dirawat dengan gejala pneumonia di Sarawak, Malaysia, pada 2017 dan 2018.

Untuk memastikan, tim peneliti mengirim sampel genom itu ke virolog dan dokter hewan di Universitas Ohio State, Dr Anastasia Vlasova. Hasilnya, hasil genom itu memang mengandung virus corona anjing varian baru yang mengalami mutasi.

Meski demikian, masih terlalu awal untuk meyebut virus ini menjadi ancaman bagi manusia. Hanya saja, para peneliti bersikap hati-hati agar tidak dikejutkan dengan virus yang lantas menjadi wabah.(*ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker