Berita

Selain Pemilik Panti Pijat, 7 Karyawannya Juga Positif Covid-19 dan satu Orang Mengidap HIV Aids

JAKARTA, JaringPos.com – Selain pemilik panti berinisial E (34), terdapat tujuh terapis Panti Pijat Wijaya lainnya yang positif terpapar Covid-19.

Panti Pijat Wijaya sempat digerebek oleh petugas gabungan karena beroperasi di tengah-tengah larangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat Jakarta. Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia Kedoya, Susan Zulkifli, pada Rabu (22/10/2020) malam.

Diketahui bahwa 11 terapis perempuan yang diamankan ketika penggerebekan Panti Wijaya segera diboyong ke Panti Sosial tersebut. Dari sebelas terapis tersebut, delapan dinyatakan positif Covid-19, termasuk E, pemilik panti. Satu dari delapan pasien positif memiliki penyakit penyerta HIV.

“(Total) 8 yang positif. 1 positif dan komorbid HIV,” ujar Susan melalui pesan tertulis. Susan menjelaskan bahwa ketujuh pasien positif Covid-19 lainnya masih dikarantina selama dua minggu, setelah sebelumnya menjalani perawatan di Wisma Atlet.

Mereka diperbolehkan pulang dari Wisma Atlet setelah sembuh satu pekan setelah dirawat. Sementara, satu pasien dengan penyakit penyerta HIV juga telah sembuh, namun masih menjalani perawatan HIV yang dideritanya di Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit.

Di samping itu, Susan menyatakan bahwa keberadaan E hingga kini masih dalam pencarian. “Belum (ditemukan), sampai sekarang masih ditangani Pak Kapolsek Kebon Jeruk,” jelasnya.


Pemilik panti pijat Wijaya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, berinisial E (34) terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, dia nekat kabur dengan melompat dari ambulans yang membawanya ke Wisma Atlet Kemayoran. Kepala Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia Kedoya Susan J Zulkifli menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (8/10/2020). E meloncat dari ambulans dan berbaur dengan massa aksi yang menolak UU Cipta Kerja saat itu.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker