BeritaPendidikan

DIVA DAN RIRY: DUA PERMATA MANDA YANG TERSEMBUNYI


Mataram, JaringPos | Dua lagi permata yang muncul dari MAN 2 Mataram. Diva Agatha Bachri dan Riry Rahmiati namanya. Mereka berdua merupakan pentolan kelas 12 IPS 1. Mereka berdua kerap mengikuti even serupa, seperti pengakuan Diva. Salah satunya yakni ajang Insight Olympiade Indonesia.

Semangat keduanya dalam mengikuti berbagai even memang tidak diragukan lagi, yang semula mereka hanya sebagai penggembira (baca: peserta biasa), lalu kemudian perlahan-lahan mengikuti even-even lainnya.


Selanjutnya mereka mulai mendapatkan medali perunggu, perak dan akhirnya mendapat medali Emas. Jadi ungkapan pepatah: alah bisa karena biasa berlaku bagi kedua remaja ini.

Olimpiade Nasional ini diadakan oleh Insight Olympiade Indonesia secara daring pada tanggal 12 September 2021. Menurut keduanya awal mula mengikuti olimpiade ini karena tertarik dengan poster yang dilihat di media sosial.

Apalagi mereka merupakan penggemar spesial Mata Pelajaran Sosiologi. Lebih-lebih lagi karena Olimpiade di bidang Sosiologi ini jarang diadakan, plus mereka merasa memiliki kemampuan di bidang tersebut. Akhirnya, dengan bermodal kepercayaan diri yang tinggi mereka mengikutinya.

Baca Juga:

Seperti yang diungkap Riry: ini merupakan olimpiade ke-4 yang pernah saya ikuti di bidang ini, di mana prestasi yang saya raih terus meningkat, dan even kali ini alhamdulillah mendapatkan medali emas dari 4000 pelajar se-Indonesia.

Ditanya tentang hobi, Riry menjawab: hobi saya beragam, karena saya senang mencoba hal-hal baru, seperti memasak, membaca, dan lain-lain. Saya tertarik dengan Sosiologi karena saya senang berbaur dengan masyarakat, urainya.

Sementara prestasi yang diperoleh Diva juga tidak bisa diragukan. Diva mengikuti even yang lebih beragam lagi. Semisal, ia pernah mendapat medali emas di bidang Geografi. Kompetisi kali ini, Diva menyumbang medali perak.

Ketika mengikuti ajang Olimpiade ISC dan YES OLYMPIC, ia berhasil membawa pulang medali perunggu. Prestasi yang Diva raih juga terus meningkat seiring even yang diikutinya.

Diva mengaku gemar menari, mencoba hal-hal yang baru, dan mengembangkan kreativitas diri sendiri. Saya tertarik dengan Sosiologi karena suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan masalah sosial dan kemasyarakatan.

Sosiologi juga merupakan pelajaran nalar yang merangsang berpikir yang saya sukai, tuturnya. Dikutip Jaringpos.com dari website ntb.kemenag.co.id, Rabu (22/9/2021).

Kedua gadis ini memiliki hobi yang hampir serupa. Senang mencoba hal-hal baru dan berbaur dengan masyarakat. Tak heran keduanya sangat aktif dan mudah bergaul dengan teman-temannya.

Kedua gadis ini memiliki hobi yang hampir serupa. Senang mencoba hal-hal baru dan berbaur dengan masyarakat.

Kesenangan mereka patut dicontoh dan diapresiasi oleh remaja lainnya. Sehingga remaja seusia mereka dapat mengikuti jejak positif mereka.

Rupanya mereka juga tidak senang berada di zona nyaman. Alasannya; jika seseorang terlalu asyik berada di zona nyaman, ia lupa untuk melakukan inovasi-inovasi baru dan enggan berbuat untuk khalayak. Istilah kerennya: mager (males-gerak).

Jika seseorang sudah ‘mager’, maka ia akan enggan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Intinya, seseorang yang selalu berada di zona nyaman tidak akan mampu berkembang dan akan jalan di tempat.

Kedua gadis ini mengikuti lomba tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Insight Olympiade Indonesia khusus Sosiologi. INSIGHT merupakan kepanjangan dari Indonesian Science Competition for Brighter Nation.

Insight mengadakan even setiap tahun dengan beragam bidang, salah satunya yakni Sosiologi. Seluruh even Insight Olimpiade ini di bawah naungan CV. Project Inter Kreasi.

Adapun tujuan Kompetisi Insight Sociology Competition yang diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dan sebagai bagian dari upaya media memperkenalkan pentingnya disiplin Ilmu Sosiologi bagi pembangunan di Indonesia.

Tujuan lainnya yakni meningkatkan kemampuan siswa dan guru Sosiologi di Indonesia. Even ini juga diharapkan dapat dijadikan sebagai ajang untuk menggali potensi dan bakat siswa dan guru di bidang Sosiologi.

Dengan demikian, kemampuan guru semakin terasah dan berkembang dengan baik dan dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

Kepala Madrasah menyambut baik capaian ini. Beliau mengucapkan selamat dan terima kasih kepada siswa dan guru Sosiologi yang telah mempersembahkan prestasi di tingkat Nasional. Maju terus dan jangan pernah menyerah dengan kondisi.

Teruslah berprestasi hingga menjadi sebuah tradisi. Mari bergandengan tangan bersama-sama mewujudkan madrasah mandiri berprestasi, tutupnya.

Selamat kepada Ananda Diva dan Riry, kalian adalah permata yang tersembunyi. Tinggal lebih rajin memolesnya, sehingga kilauan kalian akan berpendar ke seantero negeri bahkan dunia. Katanya (*slm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker