Nasional

Syarat Terbaru Naik Pesawat ke NTB, Berlaku untuk Semua Bandara Di Indonesia


Mataram, JaringPos | Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu destinasi wisata di Indonesia yang dilengkapi beragam pilihan tempat menarik dan memiliki pesona yang indah tersendiri

Mulai dari wisata pendakian ke Gunung Rinjani hingga wisata air di Tiga Gili yang terkenal akan pemandangan laut lepasnya yang indah, semua ada di NTB.


Namun sebelum beranjak ke NTB, terdapat persyaratan baru terkait perjalanan udara mengikuti kebijakan PPKM Darurat yang diterapkan sejak 3 Juli 2021.

Syarat ini tertera dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan (SE Kemenhub) Nomor SE 53 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas SE Menhub Nomor SE 45 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19.

SE Kemenhub Nomor SE 53 Tahun 2021 ini berlaku sejak 19 Juli, dan sewaktu-waktu dapat berubah dan dilakukan perbaikan sesuai petunjuk atau pemberitahuan dari instansi yang berwenang.

Baca Juga:

Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I Bandara Lombok Arif Haryanto mengatakan bahwa syarat ini valid untuk penerbangan ke seluruh bandara di NTB.

“Tidak hanya seluruh bandara di NTB, tapi valid untuk seluruh bandara di Indonesia. Artinya. semua bandara menerapkan itu,” jelas dia, Jum’at (23/7/2021).

Untuk diketahui, saat ini NTB memiliki empat bandara aktif yang melayani penerbangan penumpang. Salah satunya adalah Bandara Lombok, juga dikenal dengan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.

Kemudian Bandara Sultan Muhammad Salahudin atau Bandara Bima, Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III atau Bandara Brang Bidji, dan Bandara Lunyuk.

“Yang sudah tidak aktif Bandara Selaparang. Untuk Angkasa Pura I, saat ini di wilayah NTB hanya mengelola Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid,” sambung Arif.

Syarat naik pesawat ke NTB

Untuk mengatahui lebih lanjut, berikut syarat terbaru naik pesawat ke NTB yang Kompas.com rangkum dan di kutip Jaringpos.com, Jum’at (23/7/2021):

Penerbangan dari Pulau Jawa dan Bali

1. Calon penumpang wajib menunjukkan kartu vaksin

Kartu vaksin harus menyatakan bahwa calon penumpang setidaknya telah menerima satu dosis vaksin Covid-19

2. Calon penumpang wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan

3. Poin 1 dan 2 dikecualikan bagi pelaku perjalanan dengan kepentingan khusus medis yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan keterangan dokter spesialis

4. Poin 1 dan 2 dikecualikan bagi pasien dengan kondisi sakit keras

5. Poin 1 dan 2 dikecualikan bagi ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga

6. Poin 1 dan 2 dikecualikan bagi kepentingan persalinan dengan pendamping maksimal dua orang

7. Poin 1 dan 2 dikecualikan bagi pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal lima orang

Penerbangan dari luar Pulau Jawa dan Bali

1. Calon penumpang wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan, atau

2. Calon penumpang wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan
Saat ini hingga 25 Juli 2021, penerbangan dibatasi hanya untuk yang berusia di atas 18 tahun.

Selanjutnya, ada juga pembatasan hanya untuk beberapa kategori penumpang saja yakni sebagai berikut:

1. Pelaku perjalanan dengan keperluan aktivitas bekerja di sektor esensial dan kritikal

2. Pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak yakni pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang, dan pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal lima orang

3. Pelaku perjalanan pada poin 1 wajib menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP), atau surat keterangan lain yang dikeluarkan Pemerintah Daerah setempat atau Surat Perintah Tugas dari pimpinan instansi setingkat Eselon II

4. Pelaku perjalanan pada poin 2 wajib menunjukkan surat keterangan perjalanan antara lain surat rujukan dari rumah sakit, surat pengantar dari perangkat daerah setempat, surat keterangan kematian, atau surat keterangan lainnya. Katanya (*slm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker