Daerah

Bupati Mabar Meminta Masyarakat TetapTenang Melakukan Rutinitas


LABUAN BAJO – Bupati Manggarai Barat Drs.Agustinus Ch Dula minta kepada masyarakat Manggarai Barat (Mabar) untuk tetap tenang melakukan rutinitas. Selain itu, dia juga meminta Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan Kelas II Labuan Bajo (KUPP) bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Tim Terpadu Intens, perketat pengecekan terhadap setiap pintu keluar masuk kapal penumpang dan barang di pelabuhan laut maupun udara.

Hal itu disampaikan Bupati Gusti atas meningkatnya jumlah penderita covid-19 di Indonesia hingga pekan ini. Berdasarkan data yang dikutip Jaringpos.com dari cnnindonesia.com  Jumlah pasien positif Virus Corona per Jumat (20/3), bertambah menjadi 369 orang. Sebanyak 32 orang di antaranya meninggal dunia, dan 17 orang dinyatakan sembuh.


“Ada 60 kasus positif covid-19 baru dari berbagai Provinsi di Indonesia  per hari ini, dari 60 kasus ini ditambah dengan kasus sebelumnya berjumlah 369 orang penderita positif Coronavirus. Karena itu, saya perlu tegaskan untuk antisipasi merebaknya kasus tersebut ke Labuan Bajo. saya minta kepada tim yang sudah terbentuk untuk bekerja cepat dan tegas dalam mengantisipasi penyebaran pandemi covid-19 di wilayah Manggarai Barat ini”,ungkap Bupati Gusti  Jumat, (20/03) petang.

HM 1-JaringPos

Terkait berbagai informasi yang tersebar di media sosial Facebook kata Bupati Gusti, perlu dicermati kembali dan bahkan pihaknya meminta masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya kepada tim terpadu covid-19 di wilayah itu yang sudah terbentuk dan sedang bekerja.

Baca Juga:

“Kita sudah punya tim khusus untuk memantau setiap perkembangan yang terjadi, khususnya di Manggarai Barat ini, begitu juga dengan informasi yang keluar harus benar-benar dari tim yang bekerja di lapangan dan sampai saat ini belum ada informasi resmi dari tim lapangan seperti yang di beritakan diluar sana”, ujar Dulla.

fadd-JaringPos

Sebelumnya, diberitakan korannusa.com pada Kamis (19/3) Pemerintah NTT melalui kepala Dinas Kesehatan mengumumkan telah terdapat 24 orang warga NTT masuk dalam daftar Orang Dalam Pantauan (ODP) Virus Corana.

Adapun 24 orang Warga NTT Berstatus ODP itu terdiri dari 14 orang di Kota Kupang, 1 orang Kabupaten Kupang, 2 orang di kabupaten Lembata, dan 7 orang di kabupaten Manggarai Barat.

“Soal istilah Orang Dalam Pemantauan atau ODP itu adalah orang yang memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit tenggorokan, demam, tetapi tidak ada kontak erat dengan penderita positif. Karenanya, mereka hanya butuh istirahat di rumah selama 14 hari sesuai standard kesehatan. Jadi, tidak perlu panik dengan istilah itu. Tim kita sedang bekerja keras di lapangan”,tutup Bupati Gusti.(07/yb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker