NasionalPolitik

Rakyat Kecil Hidup dan Mati, Pembantu Jokowi Menteri Titipan Partai Keluar Negeri


Jakarta, JaringPos│Di saat rakyat kecil sedang berjuang hidup dan mati dengan kebijakan PPKM dan sebagainya, para pejabat menteri pembantu Presiden harusnya menahan diri dari bepergian, apalagi sampai ke luar negeri.

Lucunya kabinet kerja saat ini masih diisi orang-orang yang minim empati. Tandai saja mereka-mereka yang tak mau membantu negara di saat perang melawan pandemi. Tak perlu lagi ada nama yang bersangkutan baik kandidat capres, cawapres atau calon menteri sekalipun di masa mendatang.


Bukannya jelas di masa darurat semua tenaga harusnya dicurahkan ke suatu masalah. Ibarat kalau kaki sakit, maka badan tak bisa dibuat bergerak meski semua bagian lain normal. Kalau saat ini masalah kesehatan bangsa sedang bermasalah, maka kementrian lain juga harus bahu membahu ikut menyelesaikan.

Kalau masih berpikir ini adalah tugas kementrian kesehatan, sebaiknya kementrian lain dibubarkan saja sementara waktu. Dengan begitu fokus Jokowi lebih mudah mengatasi pandemi dengan memakai anggaran dari kementrian yang tak punya sense of crisis.

Sebelumnya seperti dilansir kompas.com, Presiden Joko Widodo kecewa di tengah kasus Covid-19 Tanah Air sedang tinggi-tingginya banyak menteri melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

Baca Juga:

“Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjelaskan Presiden Jokowi telah menegaskan dalam PPKM Darurat ini tentutnya sense of crisis seluruh kementerian/lembaga dan para pimpinan harus ada. Untuk itu, Presiden menginstruksikan seluruh menteri dan kepala lembaga dilarang untuk bepergian ke luar negeri,” ungkapnya

Pramono menjelaskan, menteri yang diizinkan presiden untuk bepergian ke luar negeri hanya menteri luar negeri karena sesuai bidang tugasnya. Sisanya harus minta izin langsung ke presiden.

“Yang lainnya kalau ada hal yang bersifat khusus harus mendapat izin langsung dari bapak presiden,” ujar Pramono Anung, Jumat (16/7/2021).

Diketahui beberapa hari belakangan, para pembantu presiden melakukan lawatan kerja ke luar negeri di tengah angka kasus Covid-19 sedang tinggi.

Semisal Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang melakukan kunjungan kerja ke Prancis pada akhir Juni lalu.

Menteri PAN dan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa yang menghadiri pertemuan G20 di Italia pada akhir Juni lalu.

Selanjutnya Menko Perekonomian Airlangga hartarto kunjungan kerja selama dua hari ke Singapura pada 13-14 Juli 2021.

Belakangan ini, ada Menteri Perdagangan M Lutfi dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia yang ke Amerika Serikat untuk memperkuat hubungan Indonesia-AS di bawah pemerintahan baru Presiden Joe Biden.

Dalam rilis Kementerian Perdagangan, kunjungan Mendag Lutfi bersama Meninves Bahlil ke AS dijadwalkan sejak 9 hingga 18 Juli 2021.

Sebenarnya kita kasihan dengan Jokowi yang sepertinya bekerja seorang diri. Kalaupun ada yang berani pasang badan, paling dari Luhut atau Mahfud MD.

Sedangkan menteri-menteri titipan partai begitu bobrok kerjanya dan hanya menjadi beban kabinet saja. Katanya (*salmin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker