BeritaDaerahHukumOlahragaPariwisataPolitik

Asosiasi Kepariwisataan kaget ada surat Minta Donasi dari BPPD NTB sebesar Rp 150 Ribu, DPRD: Kok Bisa?


Mataram, JaringPos | Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB, kembali dihebohkan adanya surat beredar nomor 025/BPPD-NTB/IX/2021 perihal surat undangan One day trip desa wisata tetebatu dan sekitarnya, tertanggal 13 September 2021.

Donasi dana dapat dikumpulkan di ketua masing-masing asosiasi paling lambat hari Rabu 15 September 2021 jam 12.00 Wita dan diserahkan ke BPPD. Info lengkap hub: Ingoe – 0818368828. Demikian pengajuan ini kami sampaikan, atas perhatian yang diberikan, kami ucapkan terimakasih. Bertanda tangan Ketua BPPD NTB, Ahmad Asfary Garmono.


Adanya surat berisi permintaan uang itu memantik reaksi Ketua Umum Sabahat Pariwisata Nusantara (SAPANA), Ir. Furqan Ermansyah kaget dan angkat bicara.

Sapaan Rudy Lombok, menyayangkan ada surat yang dikirim oleh BPPD NTB kepada semua pengurus asosiasi kepariwisataannya meminta donasi untuk kegiatan promosi One day.

Bahkan, Rudy Lombok menulis status di akun Facebook bentuk sindiran terhadap BPPD NTB. “PROMOSI atau TOURS SHARRING? Jangan gitu donk BPPD”

Baca Juga:

Rudy menyampaikan, pagi ini dikirimi copy surat dari BPPD. Banyak debat pada isi surat tersebut. Namun sebagian, dirinya memilah menjadi menjadi empat bagian isi surat, dan menelaah materi undangan.

Pertama, Tours Sharing, atau pengumpulan biaya untuk berkunjung ke salahsatu obyek wisata dari berbagai elemen. Ini seperti tours sharing. BPPD tidak boleh seperti ini. Setelah dihitung dari biaya masih terdapat keuntungan yang lumayan di massa pandemi. “Pendapat ini menurut Farid Mahmudi”.

Kedua PAMTRIP, Rudy berpendapat, ini lebih lucu, tapi kalau dipikir benar juga. Ngumpulin orang, adakan silaturahmi dan berbayar sambil tempel seperti berpromosi badan yang seolah bekerja. “Pendapat ini salah satunya menurut Sapareadi”.

Ketiga Miskin ide, Rudy sempat marah pada kawan-kawan yang berpendapat miskin ide ini. Namun membaca surat undangan berbayar ini menjadikannya membenarkan pendapat ini. “Ini menurut saudara (anonim, red)”

Keempat, NTB tidak siap, menurutnya lebih parah lagi disimpulkan dan dikatakan NTB tidak siap. Untuk sekedar mengenalkan ini saja NTB tidak punya uang, apalagi mau kegiatan yang lebih besar.

“Itu sebagian dari bincang pagi yang bikin kami tersenyum membahas tentang badan promosi,” tulisnya, Rabu 15 September 2021.

Rudy Lombok mengaku aneh atas sikap BPPD NTB selaku badan pemerintah yang bertugas mempromosikan pariwisata.

“Ini sekelas promosi desa wisata harus meminta uang kepada asosiasi. Nah, bagiamana jika mempromosikan kesiapan World Superbike (WSBK) dan event MotoGP berkelas dunia. Jangan-jangan nantinya minta uang ke pembalap Rossi,” kata dia.

Rudy Lombok berharap kepada BPPD NTB supaya tidak melakukan langkah seperti itu, jika memang tidak mampu promosi, sebaiknya gandeng media untuk publikasi rencana kegiatannya.

Terkait hal itu, Ketua BPPD NTB, Ahmad Asfary Garmono yang dikonfirmasi vai WhatsApp, enggan memberikan komentar.

Wakil Ketua DPRD NTB, H Mori Hanafi kaget adanya surat berisi minta donasi One day trip desa wisata tetebatu dan sekitarnya, sebesar Rp 150 ribu per pax.

“Kok bisa, Dewan telah memberikan anggaran kepada BPPD NTB di APBD Perubahan 2021 proyeksi sekitar Rp 1,6 Miliar. Nanti kita kroscek lagi, siapa tau ada perubahan, apakah dikurangi atau angka masih sama,” tutup Politisi Partai Gerindra itu. (*slm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker