Pariwisata

Antisipasi Covid-19, Kapal Bulan Baru 5 Tolak Sandar di Pelabuhan Labuan Bajo


LABUAN BAJO – Jaringpos.com-Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Nusa Tenggara Timur (NTT), menolak kapal wisata bernama KLM. Bulan Baru 5 yang tiba di perairan Labuan Bajo pada pukul 09:00 wita, Senin, (16/03) pagi.

Sebelumnya diberitakan, kapal berbendera Indonesia tersebut tidak diizinkan bersandar di pelabuhan Waingapu Sumba Timur dengan alasan bahwa pemerintah Kabupaten Sumba Timur belum memiliki alat deteksi Coronavirus atau Thermal Scanner.


Melalui media ini, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Labuan Bajo, Marsel Elyas menjelaskan, berdasarkan hasil rapat terkait gugus tugas pelaksanaan penanganan masuknya Coronavirus (Covid-19) di wilayah Pelabuhan Labuan Bajo pada Senin, 16 Maret 2020 bersama Pemerintah Daerah setempat, memutuskan untuk sementara waktu menolak kapal wisata yang masuk di wilayah perairan Labuan Bajo.

numpang-JaringPos

“Hasil rapat sudah tegas dan jelas mengatakan bahwa kapal Bulan Baru 5 yang tiba dari pelabuhan Waingapu hari ini kita tolak”,tegas Marsel.

Baca Juga:

Karena itu, lanjut dia, pihaknya tidak ingin mengambil risiko jika virus mematikan itu masuk di Labuan Bajo yang sudah ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Premium.

Sementara itu, Kapten KLM Bulan Baru 5, Rusno yang dihubungi terpisah oleh media ini mengaku kecewa, pasalnya seluruh wisatawan asing yang ada di atas kapalnya itu sudah dinyatakan sehat berdasarkan Surat Persetujuan Berlayar Karantina Kesehatan, tertanggal 5 Maret 2020 yang dikeluarkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kayangan di Lombok, sebelum melakukan pelayanan ke pelabuhan tujuan Waingapu.

fadd-JaringPos

“Dari Waingapu kemarin ditolak pak, tanggal 14 tiba di Waingapu, namun disuruh ke Bajo lagi oleh pihak Syahabandar Waingapu”, kata Rusno Nahkoda KLM Bulan Baru 5 saat dihubungi oleh media ini melalui sambungan telepon, Senin, (16/03) siang.

Pihaknya mengaku kecewa karena sudah 14 hari berlayar di laut, namun belum diizinkan untuk bersandar di pelabuhan Waingapu dan Labuan Bajo.

HM-JaringPos

“Kami tidak bisa turun. Saya sedang menunggu  kepastian bagian karantina, Pak Marsel, namun setelah dikonfirmasi sinyalnya putus-putus, Pak. Kami sudah lama di laut, Pak, dari lombok ke Waingapu sekitar 10 hari, berangakat dari Lombok tangga 5 sampai di Waingapu tanggal 14. Kondisi penumpang selama dalam perjalanan Alhamdulillah tidak ada yang sakit pak”,tutup Rusno dengan nada keluh.

Berdasarkan data yang diterima Jaringpos.com, selain 6 orang crew, Kapal Laut Motor (KLM) Bulan Baru 5 itu juga mengangkut 14 orang wisatawan asing asal Australia dan Amerika dan 1 orang penumpang lainnya berkebangsaan Indonesia, Tutup Rusno. (07/y/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker