Nasional

Bulan Menjauh dari Bumi, Diprediksi Ada Banjir Hingga Sebulan


JaringPos | Bulan adalah satelit Bumi yang berotasi sesuai dengan porosnya. Namun penelitian mengungkapkan bahwa sekarang Bulan tengah menjauh dari Bumi.

Hal ini tentu memiliki efek langsung dan tidak langsung pada Bumi. Bahkan menurut para ilmuwan, Bumi akan mengalami banjir yang lebih banyak dibanding yang sekarang.


Dilansir dari Wales Online, dikutip Jaringpos.com Bulan memiliki siklus jauh dekat selama 18,6 tahun.

Menurut penjelasan dari NASA, setengah dari siklus 18,6 tahun itu, gelombang di laut cenderung rendah. Gelombang tinggi akan lebih rendah dari biasanya, sedangkan gelombang rendah akan lebih tinggi dari biasanya.

Sementara itu di siklus lainnya, gelombang akan lebih kuat atau amplified. Di mana, gelombang tinggi akan lebih tinggi dan gelombang rendah akan makin rendah.

Baca Juga:

NASA telah memperingatkan bahwa pada setengah siklus, terutama saat gelombangnya menjadi tinggi, permukaan laut akan lebih tinggi dibanding biasanya. Belum lagi ada gelombang tinggi yang menyebabkan banjir di setiap beberapa hari.

Bahkan, ada musim banjir yang bisa berlangsung sampai sebulan atau lebih.

Jika menghitung durasi dari siklus Bulan menjauh dari Bumi, maka prediksi itu kemungkinan terjadi di pertengahan tahun 2030.

Bill Nelson, seorang administrator dari NASA mengungkapkan bahwa area yang akan paling terkena dampaknya adalah mereka yang ada di bibir pantai maupun di tepi laut. Hal ini tak hanya terjadi di satu daerah saja melainkan kemungkinan di seluruh dunia.

Bill melanjutkan, bahwa prediksi banjir berkepanjangan ini tak hanya karena efek Bulan yang menjauh dari Bumi saja, tapi juga merupakan efek tidak langsung dari meningkatnya permukaan laut dan pemanasan global juga jadi pendukungnya.

Secara umum, permukaan laut telah meningkat sebanyak rata-rata  24 cm jika dihitung sejak tahun 1880. Sedangkan di tahun ini, permukaan laut telah kembali laik sebanyak 6 mm yang dipicu dengan melelehnya es di Kutub.

Jangankan sampai sebulan, banjir selama berhari-hari saja sudah menguras tenaga. Phil Thompson, asisten profesor di University of Hawaii dan penulis utama di dalam sebuah studi yang dipublikasikan di Nature Climate Change membagikan pendapatnya.

Menurutnya, jika banjir kerap terjadi sebanyak 10-15 kali setiap bulan, maka bisnis bisa mati. Phil melanjutkan, orang-orang bisa kehilangan pekerjaan mereka karena tidak bisa bekerja.

Belum lagi rumah yang lama terendam banjir akan berpengaruh erat pada kehidupan sehari-hari. Belum lagi isu mengenai rembesan dari septic tank yang akan menjadi masalah baru lagi bagi tenaga kesehatan.

Menurut para ilmuwan NASA, ini bukanlah sebuah hal yang tak terprediksi. Untuk itu, persiapkan diri sebaik mungkin dan jadilah manusia yang lebih bertanggung jawab agar tidak banyak sampah yang terbuang begitu saja dan berakhir di aliran banjir. (*slm)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker