Berita

Viral Pengantin Gelar Nikahan Virtual, Mempelai Pria Terpapar Covid-19 Jelang Hari H


Yogyakarta, JaringPos | Baru-baru ini, video acara pernikahan digelar secara virtual, viral di jagat media sosial. Dalam video itu kedua mempelai berada di lokasi terpisah.

Si mempelai pria ditampilkan dalam sebuah layar televisi, sementara sang wanita berada di lokasi acara. Diduga, pernikahan tersebut terpaksa digelar virtual karena sang mempelai pria terpapar Covid-19 menjelang acara.


Sosok pengantin ini pertama kali diungkap oleh akun TikTok, @intandiahkurniasari, Senin (2/8/2021). Sang pengunggah pun menjuluki keduanya dengan sebutan ‘Couple Tertabah 2021’. Sampai artikel ini tayang, video itu ditonton 3.8 Juta orang di TikTok.

Dikonfirmasi Tribunnews di kutip JaringPos, pernikahan virtual itu milik Diya Putri Yunita atau disapa Diya (25) yang menjadi mempelai wanita, dan suaminya, Wibisono Pangestu (25), asal DI Yogyakarta.

Awalnya pernikahan keduanya akan diadakan secara langsung, namun terhalang karena sang suami terpapar Covid-19 tiga hari sebelum acara. Keduanya pun sepakat untuk tetap menggelar pernikahan ini secara virtual.

Baca Juga:

“Betul, suami saya mulai isolasi mandiri tanggal 29 Juli. Karena semua persiapan kami untuk pernikahan tanggal 1 Agustus sudah siap semua, kami memutuskan untuk menikah dengan konsep virtual wedding,” kata Diya saat dihubungi, Rabu (4/8/2021).

Dalam acara prosesi ijab qabul itu, sang mempelai pria diwakilkan oleh saudara laki-lakinya, yang sudah disetujui dengan surat kuasa. Sementara, suami dari Diya ini menyaksikan pernikahan ini secara virtual.

“Diadakan secara langsung, hanya calon pengantin pria diwakilkan oleh orang yang ditunjuk langsung,” jelas Diya.

Kata Diya, banyak faktor penyebab yang membuat pernikahannya tak bisa diundur. Sehingga, ia hanya bisa berharap dan yakin acara miliknya akan berjalan lancar.

“Pernikahan ini bukan hanya antara kami berdua, tapi ada keluarga kami dan berbagai pihak yg ada disana. Ya anggap saja pernikahan itu kan ibadah jadi jangan menunda-menunda ibadah,” ungkapnya.

Sesuai harapannya, acara nikahan virtual ini pun berjalan lancar. Berkat keluarga, sahabat, dan juga semua tim acara yang terlibat, kata Diya.

Perasaan Campur Aduk

Di hari pernikahannya tanpa kehadiran suami secara langsung, membuat perasaan Diya campur aduk. Ia merasa bahagia dan sedih bersamaan di momen yang hanya terjadi satu kali dalam seumur hidupnya ini.

“Bahagia karena Alhamdulillah kami sudah menunaikan setengah agama kami. Menikah. Sedih pasti, karna harusnya bisa sama sama dengan suami saya, tapi dia harus di rumah isoman dan saya di pelaminan sendiri,” tutur Diya.

Keluarga Diya dan suami pun juga merasa sedih melihat mereka menikah di lokasi yang terpisah. Tapi ya kami berusaha untuk tidak terlihat sedih, agar orang-orang yang melihat kami tidak ikut sedih, lanjutnya.

Sempat Konsultasi dengan Pemuka Agama

Sebelumnya, Diya dan suami sempat menikah secara agama pada tanggal 31 Juli 2021. Dimana, keduanya juga menggelar di ruangan yang terpisah.

“Hanya pembacaan ijab qobul saja, dihadiri saksi 2 orang dan wali. Suami saya di dalam ruangan isoman dan kami (Diya dan keluarga) di luar ruangan,” ucapnya.

Bahkan, perdebatan sempat terjadi sebelum pernikahannya itu digelar. Hingga akhirnya, keduanya memilih untuk tetap melangsungkan pernikahannya. Sampai kami bertanya-tanya ke beberapa orang ahli agama,” Katanya (*slm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker