Berita

FPTK-NTT Menyikapi Kasus Misteri Kematian Feliks Salut di Terang

Labuan Bajo, jaringpos.com _ Terkait dengan upaya penelusuran misteri kematian dari Feliks Salut seperti yang dilansir media online floreseditorial.com, (08/06/2020) yang lalu, Forum Pemuda Tegakkan Keadilan Nusa Tenggara Timur (FPTK-NTT) yang diketuai oleh Saudara Isidorus Andi, telah melakukan kajian mendalam dan menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan. Hasil kajian dan pernyataan sikap serta tuntutan itu dikirim ke pelbagai media (press release), Kamis (11,6/2020).

Dalam lembaran kajian yang kopiannya diterima oleh jaringpos.com itu, FPTK-NTT mengutuk dan mengecam dengan keras terhadap mereka yang diduga pelaku dan oknum polisi yang diduga bekerja sama di balik kejadian pembunuhan berencana yang sadis itu. Kecaman itu didasari oleh temuan 8 fakta kejanggalan berdasarkan analisis kronologis atas kasus yang diberitakan itu.

Menanggapi fakta kejanggalan tersebut, FPTK-NTT menyampaikan beberapa poin sikap dan tuntutan. “Pertama, menyatakan sikap apresiasi setinggi-tingginya untuk Saudara yang berinisial KL, atas kejujurannya dan mau menjadi saksi mata dalam kasus ini. Kedua, Bahwa kami menyatakan sikap apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak kepolisian resort Manggarai Barat (Polres Mabar) yang telah mengambil langkah untuk mengusut kembali kasus ini. Ketiga, mengecam dengan keras pelaku dan anggota kepolisian (polisi Nanang), yang diduga bekerja sama dengan pelaku bahkan otak dibalik kejadian kasus pembunuhan berencana itu”.

Sedangkan pada poin tuntutan FPTK-NTT menulis: “Pertama, Bahwa dengan penuh hormat, menuntut pihak Polres Mabar untuk segera memeriksa saksi mata yang berinisial KL itu  agar secepatnya pelaku ditangkap dan terungkapnya misteri kasus pembunuhan yang telah menewaskan saudara. Kedua, pelaku harus dihukum sesuai dengan undang undang yang berlaku. Ketiga, menuntut pihak Polres Mabar untuk  memeriksa Saudara anggota kepolisian terhormat (Saudara Nanang). Keempat, jika saudara Nanang terbukti  terlibat, harus dipecat dari anggota kepolisian Republik Indonesia dan dihukum sesuai dengan undang undang yang belaku.

Kelima, menuntut pihak eksekutif (Bpk. Bupati dan Ibu Wakil Bupati Kabupaten Manggarai Barat), untuk mengawal kasus ini agar secepatnya diselesaikan. Keenam, menuntut pihak DPRD Kabupaten Manggarai Barat untuk mengawal kasus ini agar secepatnya diselesaikan. Ketuju, menuntut Bpk. KAPOLDA NTT untuk mengawal kasus ini, agar secepatnya diselesaikan menurut mekanisme hukum yang berlaku.

Untuk diketahui bahwa, ‘kasus teka-teki kematian Feliks Salut’ pada 13 Januari 2017 yang  lalu kembali diusut oleh pihak keluarga.


Pihak Polres Mabar seperti yang diberitakan media Floreseditorial.com di atas, telah melakukan ‘rekonstruksi dan olah kembali’ Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebagai tanggapan atas upaya keluarga dalam mencari keadilan dan kebenaran.(07/yb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker