Berita

Syawaluddin: Sampah Bukanlah Petaka


Labuan Bajo, JaringPos.com – Syawaluddin, mahasiswa Universitas Mataram Nusa Tenggara Barat (UNRAM NTB), membagikan pengalamannya saat memberikan testimoni
pada kegiatan Penyerahan Bank Sampah dan Bantuan CSR PT. Pegadaian (Persero) kepada BUMDES Batu Cermin, Manggarai Barat NTT, (Jumaat, 7/10/2020). Menurutnya, sampah bukanlah petaka, sampah tidak sejorok yang dibayangkan. Baginya, sampah adalah sebuah anugerah, sebuah sumber daya yang mendatangkan uang.

Ia mengisahkan, semasa kuliah Syawaluddin menghabiskan waktunya dengan memungut sampah plastik dan kertas di sekitar kampus UNRAM NTB. Baginya, tidak ada waktu yang berlalu begitu saja tanpa bekerja keras.
Di hadapan teman temannya ia dianggap gila, karena kesehariannya mengumpulkan sampah tanpa rasa malu. Ia melakoni profesi itu untuk membiayai SPP kampus.


edy e 1-JaringPos

Tak peduli walau teman-temannya menyindir, namun ia terus mengumpulkan sampah. Hasil dari pekerjaannya itu dapat membiayai kuliah dengan Rp. 285.00 per semester, di zamannya, kisah Syawaluddin. Dari hasil jualan sampah ke pengepul, sebulan ia mendapat uang Rp. 400.000-Rp.500.000. Hasil sampah itu mengantarnya meraih gelar Sarjana.
“Teman-teman pun memanggil saya Sarjana Sampah, karena menjadi sarjana dari hasil jualan sampah. Sampah itu juga saya gunakan sebagai Mahar untuk meminang Istri saya hingga akirnya berumah tangga,” ujar Syawaluddin.

Berkat usaha dan doanya, ia pun mendirikan Bank Sampah, dengan modal awal Rp. 7.500.000. “Saya dirikan Bank Sampah dengan nama “Bank Sampah Bintang Sejahtera NTB”, dan saya sendiri menjadi Direkturnya,” katanya.

Baca Juga:

HM-JaringPos

Dari aktivitas mengumpulkan sampah setiap hari, kini perusahan
Bank Sampah miliknya memiliki omset miliaran rupiah. “Tahun 2009 hingga 2015, omset kami sejumlah Rp 7. 500.000 000. Kini omsetnya naik mencapai 1,75 miliar”, jelasnya.

Usaha Bank Sampah miliknya terus mendapat suport dari Direktur SDM PT.Pegadaian Pusat, Edy Isdwiarto. “Pak Wiarto dan pimpinan wilayah VII Denpasar, PT Pegadaian, Nuril Islamiah,”ujar Sayawaludin.

Kini bank sampah miliknya telah dikukuhkan menjadi Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI). Sebuah Asosiasi untuk membantu pemerintah mengurangi timbunan sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).
Bahkan, gudang sampah miliknya sudah dilihat oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pajaitan.

IMG 20200117 074140-JaringPos

Menurutnya, peristiwa kelam yang terjadi 21 Februari 2005 di Leuwigajah Kecamatan Cimahi Jawa Barat akibat longsor Tempat Pembuangan Akir Sampah (TPAS), yang mengakibatkan sejumlah rumah penduduk rata tanah dan menewaskan 157 jiwa.
“Mestinya tidak terjadi bila saja sampah yang dihasilkan langsung diolah oleh bank sampah”, tambahnya.

Peristiwa tersebut, akhirnya ditetapkan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional. Akibat peristiwa itu, isu sampah menjadi perhatian pemerintah dan seluruh kalangan. “Bagi saya sampah menjadi petaka jika tidak diolah. Sebaliknya, sampah menjadi sumber daya yang mendatangkan uang jika diolah, apalagi di zaman ini mesin teknologi pengelolaan sampah sudah ada, kata Syawaluddin.

Dikatakannya, isu sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga, pengelolaannya tidak hanya dilakukan di TPAS, akan tetapi dilakukan secara komperehensif dan terpadu dari hulu ke hilir.
Agar memberikan manfaat ekonomi, sehat bagi masyarakat, aman bagi lingkungan serta mengubah perilaku masyarakat.

“Apalagi Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas, kebersihan destinasi wisata menjadi indikator peningkatan arus kunjungan wisatawan dengan menawarkan fasilitas bersih dan daya tarik wisata Labuan Bajo,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat mengumpulkan sampah untuk diolah. “Kami ajak masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya untuk membuang sampah rumah tangga pada tempatnya dan jangan membuangnya bukan pada tempatnya”,sarannya.

“Sampah plastik rumah tangga yang sudah dipilah dijual ke bank sampah lalu diolah akan mendatangkan duit,” katanya.

Syawaluddin pun berasumsi, seandainya di Labuan Bajo dalam setahun berhasil mengumpulkan sampah plastik dan kertas 64 ton dan dijual ke Pabrik di Surabaya.(jal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker