BeritaDaerah

Musyawarah Desa Mosi Ngaran Warga Keberatan DD untuk Program Rumah Layak Huni


BORONG, jaringpos.com – Desa Mosi Ngaran kembali menggelar Musyawarah desa di kantor desa Mosi Ngaran di Betongmbaluk pada Senin, (9/12/2019).

Musyawarah kali ini peserta rapat sepakat untuk hanya menetapkan kembali hasil Musrenbangdes pada hari Selasa, (09/7/2019) silam. Hal ini di sampaikan oleh Kepala Desa,(Kades), Mosi Ngaran, Joseph Frumentius Dima kepada jaringpos melalui sambungan telpon belum lama ini.


IMG 20191210 WA0000-JaringPos

Untuk di ingatkan kembali Usulan Program Pembangunan di Desa Mosi Ngaran yang diprioritaskan tahun 2020 yang merupakan hasil musrenbangdes antara lain; pertama, Crossway Wae Mapar, peningkatan mutu jalan dari Woko Ledu menuju Lando, Lapisan Penetrasi, (Lapen), Rehabilitas Air Minum Bersih,(AMB), Rehabilitasi Gedung PNPM Dua Lokal, PLTS Terpadu untuk masyarakat, Penambahan jaring pipa, Pamfiblok, Insentif Guru PAUD, SD dan SMP, Membuka Gang Baru, Membuka Jalan tani, dan PMT.

Terkait dengan rencana untuk mengakomodir himbauan dari Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor B. Laiskodat agar dana desa di pergunakan untuk Program Rumah Layak Huni pesera musyawarah tidak sependapat dengan himbauan itu, untuk dimasukan program Rumah layak huni ” mereka keberatan dg bantuan rumah layak huni le ini yg dihimbau oleh bp gubernur…kata Frumen Dima.

Baca Juga:

Alasan Keberatannya karena desa masih banyak butuh dana untuk kegiatan yg menyangkut org banyak tdk hanya utk kepentingan org perorangannya karena dana untuk 1 buah rumah Rp. 68 jt kalau 10 jadi 680 juta jadi banyak keberatan.

Hampir semua warga le merasa keberatan soal rumah layak huni karena mereka masih butuh pembangunan sarana untuk fasilitas umum tidak untuk perorangan, pungkas Rumen.(01/vj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker