Daerah

Kembali Marak!, Prostitusi Online di Makassar Digaruk Polisi


"Remaja Pelaku Ungkap Jual Keperawanan Rp5 Juta"

Makassar, JaringPos – Tim Resmob Polsek Panakkukang menangkap belasan remaja terduga pelaku prostitusi online di salah satu hotel di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (8/3/2031).

Kapolsek Panakkukang Kompol Jamal Fathurrahman kepada wartawan menuturkan. belasan orang yang ditangkap ini didominasi anak di bawah umur.


“Yang diamankan kurang lebih 16 orang. 12 orang laki-laki dan 4 perempuan,” ujar Jamal, Selasa (9/3/2021).

Pihaknya berhasil mengungkap kasus dugaan prostitusi online berkat laporan dari masyarakat. Selain mengamankan belasan remaja, petugas mengamankan obat-obatan dan senjata tajam (sajam).

Salah seorang remaja yang diduga sebagai pelaku prostitusi online, DL (16) mengaku menjual keperawanannya kepada pria hidung belang seharga Rp 5 juta.

Baca Juga:

DL mengungkapkan, harga Rp 5 juta itu dipatoknya saat pertama kali terjun ke dunia prostitusi online. DL sebelumnya pernah mengecam pendidikan di sebuah pondok pesantren di Gowa, Sulsel.

“Cuma 1 tahun saya pesantren di Gowa,” kata DL.

DL mengaku mulai terjun ke dunia prostitusi online sekitar November 2020.

“(Jual perawan Rp 5 juta) ada orang dulu, kakek-kakek,” tutur DL.

Sementara untuk kencan selanjutnya, DL memasang tarif Rp 500 ribu sekali kencan. Namun DL mengaku tak aktif mencari pelanggan.

DL juga mengaku seorang anak yatim. Ibunya telah pulang kampung sementara ayahnya telah meninggal dunia. DL kini tinggal bersama nenek dan seorang kakak kandungnya.

DL mengatakan, pertama kali terjun ke dunia prostitusi online tidak semata-mata karena alasan ekonomi. DL mengaku terjebak ke dunia prostitusi online lantaran diterpa permasalahan keluarga.

“Bukan ekonomi, permasalahan keluarga. Tapi privasi lah,” tutur DL dikutip dari Detik.com.

Saat menjalani dunia prostitusi, DL mengaku bahwa dirinya sebenarnya takut. Namun dia tetap menjalaninya.

“Sebenarnya saya takut. Itulah tidak sering begini (tidak aktif mencari pelanggan), ada tong pi lagi (nanti ada yang memesan jasa baru melakukan kencan),” jelas DL.

Dari 15 muda-mudi yang diamankan, 3 remaja wanita di antaranya, termasuk remaja DL, berperan sebagai pelaku prostitusi sementara seorang remaja pria, DD (17), diamankan karena diduga membawa 19 busur anak panah.

Belasan orang tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Panakkukang. Mereka akan diminta keterangan ihwal sejauh mana keterlibatan dalam kasus dugaan prostitusi online ini.(*08Rs)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker