AdvertorialFeatureTeknologiTips-trik

Cara Kerja Ban Tanpa Udara, Selamat Tinggal Isi Angin


Jakarta, JaringPos | Ban tanpa udara bisa jadi salah satu masa depan industri otomotif. Ban ini membuat penggunanya tak repot isi udara atau mengecek tekanannya sebab kedua hal itu tidak lagi diperlukan.

Saat ini sudah banyak produsen yang berupaya menciptakan produk demikian, misalnya Michelin dan Bridgestone. Bahkan Michelin sudah menentukan target mulai memproduksi ban tanpa udara bernama Unique Puncture-proof Tire System (Uptis) mulai 2024.


Ban tanpa udara Michelin Uptis. (michelinmedia.com)

Secara garis besar ban tanpa udara sama seperti ban konvensional yaitu bentuknnya seperti donat, warnanya hitam, terbuat dari karet. Namun bedanya yaitu ban tanpa udara tidak dirancang untuk menampung udara jadi bentuk dindingnya bolong-bolong.

Ban tanpa udara ini punya struktur unik pada bagian dinding yang bisa dikatakan fungsinya sebagai penyangga antara bagian tapak ban dengan pelek. Dari struktur ini bisa dipahami kerja ban tak akan menggunakan udara.

Baca Juga:

Keberadaan struktur tersebut juga sekaligus berfungsi sebagai peredam guncangan, ini akan membantu suspensi meredam daya kejut ketika menghantam lubang atau jalan tidak rata.

Ban ini punya komposisi berbeda dalam pembuatannya. Ban ini diracik menggunakan kombinasi plastik yang diperkuat serat kaca (GFRP) serta campuran karet fleksibel.

Menurut Michelin, meski tanpa udara, distribusi beban yang diperoleh ban akan tersalur secara merata pada setiap putaran.

Ban tanpa udara buatan Poltekad Kodiklat TNI AD. (Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD)

Meski belum dihadirkan untuk kebutuhan komersial, namun pabrikan optimistis ban jenis ini akan menjadi pilihan di masa depan.

Alasannya ban ini tidak akan mengalami masalah jika tertembus paku atau benda tajam lainnya sebab memang dirancang tanpa udara sehingga tak mungkin kempis.

Keunggulan ini secara otomatis juga membuat kita tidak perlu membawa ban serep selama perjalanan dan mengosongkan bagasi. Klaim lain dari pabrikan bila ban seperti ini juga ramah lingkungan sebab material yang digunakan dapat didaur ulang. (*slm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker