BeritaDaerahKesehatanOlahragaPariwisata

HUT Ke-52 Tahun, RSUD Provinsi NTB Siap Go Internasional


Mataram, JaringPos | Momentum hari ulang tahun (HUT) ke-52, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB memiliki harapan baru menuju rumah sakit yang siap go internasional.

“Perayaan HUT ke-52 tahun RSUD Provinsi NTB berlangsung penuh kebersamaan dan kekeluargaan,” Sabtu (6/11/2021).


Dibawah komando dr. HL. Herman Mahaputra selaku Direktur RSUD Provinsi NTB, kali pertama ada helikopter yang mendarat di helipad yang baru saja rampung dikerjakan di depan Gedung IGD RSUD Provinsi NTB.

“Baru sekarang di usia 52 tahun, ada helikopter yang landing di helipad RSUD Provinsi NTB. Atas capaian yang ditorehkan dalam pengembangan layanan di rumah sakit kebanggaan masyarakat NTB, ucap syukur Dokter Jack, kepada Radar Lombok, dikutip Jaringpos.com, Minggu (7/11/2021).

Dokter Jack menuturkan, uji coba perdana helikopter mendarat dilandasan helipad milik RSUD Provinsi NTB dapat berjalan dengan sukses, sekaligus menjadi rangkaian HUT ke-52 tahun.

Baca Juga:

Semua itu dilakukan, sebagai persiapan RSUD Provinsi menjadi rumah sakit rujukan dalam gelaran event internasional di Pertamina Mandalika Internasional Street Circuit, yakni balapan motor Asia Talent Cup (IATC) 2021 pada 12-14 November, dan World Superbike (WSBK) pada 19-21 November, serta motoGP pada Maret 2022 mendatang.

“Tadi pagi (Minggu, red) kita coba helikopter landing di helipad RSUD Provinsi NTB. Karena ini baru, makanya kita uji coba akses dari RSUD Provinsi ke Sirkuit, dengan memakan waktu sekitar 15-20 menit. Tapi alhamdulillah tadi sukses uji cobanya,” tutur Dokter Jack.

IMG 20211108 151438 1-JaringPos

Dijelaskan, dalam uji coba perdana simulasi penerbangan yang dilakukan dengan menggunakan helikopter dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) jenis EurocopterAS-365 N3+ (Dauphin), sambungnya, diberangkatkan dari lokasi Sirkuit menuju RSUD Provinsi. Begitu juga sebaliknya penerbangan dilakukan dari RSUD Provinsi ke lokasi Sirkuit.

Hal ini dilakukan sebelum nanti pada tanggal 9 November 2021 akan dilaksanakan simulasi yang seutuhnya, dalam persiapan sebelum gelaran event Internasional dari sisi kesiapan layanan medis yang dilakukan tim kesehatan RSUD Provinsi.

“Alhamdulillah berhasil penerbangan perdana tadi. Dan nanti kita akan coba untuk simulasi pada tanggal 9 November 2021,” ujar Dokter Jack.

Kesempatan itu, Dokter Jack juga menyampaikan bahwa dalam usia ke 52 tahun RSUD Provinsi NTB sudah waktunya membuktikan diri sebagai rumah sakit yang diharapkan mampu go internasional. Lebih-lebih dengan dipercaya sebagai rumah sakit rujukan dalam gelaran event internasional yang sebentar lagi dihelat di NTB.

“Yang jelas semakin ke depan dengan usia 52 tahun ini. Saya pikir sudah matang-matangnya orang atau perusahaan, dimana kita harus mengarah ke go internasional, yaitu dengan menjadikan RSUD Provinsi NTB sebagai rumah sakit rujukan pada event internasional,” tegasnya.

Untuk itu, Dokter Jack berkomitmen akan memberikan layanan kesehatan yang maksimal dalam gelaran event Internasional balap motor WorldSBK nanti. Sehingga NTB sebagai tuan rumah dalam gelaran event internasional tidak dianggap remeh dimata dunia. Khususnya dalam memberikan layanan kesehatan.

“Kami akan memberikan layanan kesehatan sebaik mungkin untuk bisa menjadi tuan rumah yang baik. Dan ke depan ini akan membuka peluang juga dengan rumah sakit-rumah sakit yang ada di Indonesia maupun yang ada diluar,” katanya.

IMG 20211108 151458-JaringPos

Dengan begitu, Dokter Jack sangat berharap semua layanan yang diberikan lebih profesional. Sehingga ke depan pihaknya juga akan menambah layanan-layanan kesehatan di rumah sakit kebanggaan masyarakat NTB.

Tidak hanya layanan kesehatan yang sekarang ini sudah ada. Tetapi dengan menjadi rumah sakit go internasional, tentu ada tambahan layanan kesehatan yang akan ditawarkan.

“Terpenting kita akan mudahkan layanan yang ada,” terangnya.

Disamping itu, dengan bertambah usia ke 52 tahun, Dokter Jack juga berharap seluruh potensi yang ada di RSUD Provinsi NTB, terutama potensi Sumbar Daya Manusia (SDM) lebih mengedepankan dari sisi pelayanan dan kekompakan.

“Dengan kekompakan, ya tentu lebih dahulu adalah mensejahterakan karyawan, baru nanti kita akan melakukan lompatan terobosan-terobosan yang saya pikir harus kita lakukan. Dengan kita sukses melayani event internasional ini, maka kita akan lebih memudahkan untuk bisa memberikan pelayanan secara komprehensif,” sebutnya.

Dokter Jack juga memiliki harapan yang besar dengan membawa RSUD Provinsi NTB go internasional, tentu dengan membuka layanan kesehatan yang sebanding dengan apa yang menjadi kebutuhan pasar internasional. Tidak hanya layanan-layanan yang sudah ada saat ini saja, tetapi ada layanan yang akan dibuka untuk menjangkau pasar internasional.

“Saya nanti akan membuka layanan khusus Otak, dan Bedah Jantung yang tidak pernah ada di NTB. Ini akan saya lakukan pada tahun 2022. Karena kami tidak ingin bersaing dengan rumah sakit yang ada di NTB, maka kami mendorong mereka untuk bisa memberikan variasi layanan, dan jangan hanya puas dengan layanan yang ada,” ulasnya.

Rumah sakit lain di NTB harus memiliki variasi layanan, sehingga tidak berebut pasien. Paling tidak, masing-masing rumah sakit memiliki ciri khas layanan sendiri. “Makanya nanti saya ajak. Karena kebetulan juga saya Ketua Persi, mari kita duduk bareng. Misalnya layanan untuk hiperbarik dibuka oleh RSUD Kota Mataram, kemudian rumah sakit lainnya membuka layanan lainnya. Jadi setiap rumah sakit ada ciri khas layanan yang dibuka. Itu sebenarnya yang kita inginkan,” jelas Dokter Jack.

Misalnya RSUD Provinsi NTB akan mengembangkan layanan kemoterapi, maka rumah sakit lain seharusnya mengembangkan layanan kesehatan lain, yang berbeda dengan RSUD Provinsi NTB.

“Karena saya juga sudah dikontak oleh rumah sakit otak nasional, yang nanti akan menjadikan RSUD Provinsi NTB sebagai jejaringnya. Sehingga kasus-kasus di wilayah timur Indonesia bisa di cover oleh RSUD Provinsi NTB,” tuturnya.

Sementara terkait layanan bedah jantung yang akan mulai dibuka pada 2022, itu karena pihaknya sudah ditantangi oleh tim dari Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Untuk itu, pihaknya nanti akan membuat tim khusus yang akan menangani layanan tersebut. Dimana nantinya akan disisi oleh Tim Kesehatan RSUD Provinsi NTB dan RSUD Kota Mataram.

“Jadi kita saat ini tidak boleh satu layanan yang dikeroyokkan. Seperti Rumah Sakit Mandalika, kita akan arahkan untuk rumah sakit sport dan medical tourism, karena memang lokasinya dekat kawasan wisata,” tutur Dokter Jack.

Dengan adanya event balapan motor internasional yang sebentar lagi akan digelar di NTB, tentu ini menjadi kesempatan emas bagi RSUD Provinsi NTB, untuk merambah pasar internasional dalam hal menawarkan layanan kesehatan.

“Inilah kesempatan kita untuk membuktikan bahwa kita mampu, dan kita akan buka layanan yang sifatnya itu bekerjasama dengan rumah sakit yang ada di luar negri. Misalnya nanti dengan Malaysia dan negara-negara lainnya. Karena ada specialistik yang harus kita fokuskan, dan tidak hanya seperti layanan sekarang aja,” tegasnya.

Dokter Jack huga berharap ke depan RSUD Provinsi NTB bisa mengurangi melakukan rujukan keluar daerah, seperti yang selama ini terjadi. Tentu tidak mudah, namun optimis bisa dilakukan dengan potensi yang dimiliki.

“Memang ini tidak mudah, tapi saya pikir bisa. Karena letaknya di sumber daya manusia (SDM), jadi nanti kita akan upgrade SDM yang ada di RSUD Provinsi NTB, untuk bisa melakukan pendidikan. Sehingga kita tidak tergantung dengan rujukkan, dan semua kasus-kasus layanan kesehatan bisa tertangani,” pungkas Dokter Jack. (sal/*slm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker