Berita

Yos Nggarang Pertanyakan Motif BOPLBF Teken MOU dengan Investor


Labuan Bajo, Jaringpos.com- Aktivis Pergerakan Himpunan Pemuda Mahasiswa Manggarai Barat (HIPMMABAR) Jakarta, Yosef Sampurna Nggarang atau akrab disapa Yos Nggarang, pertanyakan motif Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo, Flores NTT (BOPLBF), teken Memorandum of Understand (MoU) dengan grup investor yang tergabung dalam Kokotuku Sanctuary Consorsium (KSC).

Hal itu dikatakannya kepada beberapa awak media di Labuan Bajo, Minggu (8/3/2020).


Menurutnya, ada dugaan konspirasi besar yang sedang diperankan Dirut BOPLBF Shana Fatina.
Point yang melatari dugaanya itu, didasari  beberapa rentetan peristiwa dalam tubuh BOPLBF selama ini. Rentetan itu katanya, bermula dari surat tugas dengan Nomor :IL.10.01/116/MENPAR/2019 dari sang Menteri Pariwisata Arief Yahya kepada Shana Fatia sebagai Dirut BOPLBF pada 5 Agustus 2019.

HM-JaringPos

Poit  1 dalam Surat Tugas itu, Shana Fatina ditugaskan: Fokus bekerja menyusun Road Map Pembangunan Infrastruktur Kawasan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores selama 5 (lima) bulan terhitung mulai sejak 12 Agustus hingga 31 Desember 2019.

Baca Juga:

Namun, pada tanggal 9 Oktober 2019, Shana kembali aktif dan ditugaskan kembali menjadi Dirut BOPLBF

“Jadi Shana ditugaskan di Jakarta dan selama menjalankan tugas di Jakarta, penyelenggara administrasi dan manajemen BOPLBF  dilakukan oleh pelaksana harian.

Artinya, Shana bukan sebagai Dirut BOPLBF lagi, karena penyelenggaraan administrasi dan manajemen BOPLBF dilakukan oleh pelaksana harian. Pelaksana harian itu adalah Frans Teguh”, ujar Nggarang.

Jadi, jikalau merujuk surat tugas 5 Agustus 2019, jelas bahwa Shana dinonaktif dari Dirut BOPLBF mulai tanggal 12 Agustus-31 Desember.

Namun, pada tanggal 9 Oktober 2019, Shana ditugaskan atau diaktifkan kembali sebagai Dirut BOPLBF oleh Menteri Pariwisata. Padahal, sudah jelas dalam surat tanggal 5 Agustus 2019, Shana bertugas mulai 5 Agustus-31 Desember.

“Ketika yang terjadi, dia diaktifkan kembali pada, 9 Oktober 2019, ada pengingkaran terhadap Surat Tugas sebelumnya,” kata Yos Nggarang.

Lebih lanjut ia menambahkan, hanya berselang 9 hari usai aktif menjadi Dirut, Shana Fatima menandatangani MoU dengan KSC.

“Bayangkan, 9 hari setelah aktif jadi Dirut, Ia teken MoU dengan KSC,” lanjutnya.

edy e 1-JaringPos

Sebelumnya sebagaimana pemberitaan Pos Kupang, Shana membantah, bahwa belum ada MOU pihak KSC. Padahal, MOU sudah ada dengan pihak KSK.

“Soal MoU, saya melihat ada Kejanggalan. Pembuatan MOU tanggal 18 Oktober 2019, lalu tanda tangan 2 Oktober.

Artinya, tanda tangan terjadi pada tanggal 2 Oktober sebelum pembuatan MoU pada tanggal 18 Oktober.

Yang kedua, tanda tangan 2 Oktober itu saat BOP masih dipimpin oleh pelaksana harian, Frans Teguh. Namun, mengapa Shana yang menandatangani? Padahal Shana baru ditugaskan kembali sebagai Dirut BOPLBF tanggal 9 Oktober.

fadd-JaringPos

Soal perbedaan tanggal pembuatan MOU dan tanggal tanda tangan, menurut Yos, dirinya telah mengkonfirmasi kepada pihak KSC dalam hal ini Sil Deny.  Beliau mengatakan bahwa, benar sudah terjadi MOU. Sedangkan, soal tanggal saya kurang tau persis, papar Yos meniru pernyataan Deny.

Yos pun telah mengirimkan surat MOU dan meminta klarifikasi soal tanggal keabsahan  MOU itu, apakah tanggal 18 Oktober atau 2 Oktober? Pihak KSC menanggapi surat yang dikirim Yos. Mereka (KSC) membenarkan, bahwa tanggal 18 Oktober itu adalah tanggal pembuatan, sedangkan tanggal 2 Oktober tanggal penandatanganan.

“Menurut saya, ini kejanggalan, MOU ini terkesan di paksakan, tanda tangan dulu baru buat MoU. Maka saya menduga ini ada “permainan”.Terkait Point MOU,  menurutnya BOPLBF sangat mengistimewakan pihak KSC”, tegas Yos.

Ia menjelaskan, sebagaimana yang tercantum pada point-point dalam Ruang Lingkup MOU di pasal 2 point ke 5:

” Mendorong tersedianya regulasi yang berorentasi pada upaya mendukung rencana pengembangan pariwisata di kawasan Kokotuku Sanctuary dan Kokotuku Batu Tiga, kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat.”

Pertanyaan saya, ada apa BOPLBF dengan pihak KSC ini? Kok, BOPLBF memperlakukan sangat istimewa ?, cetus Yos .(07/yb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker