Internasional

Liz Truss Terpilih Jadi PM Inggris Menggantikan Boris Johnson

London, JaringPos | Liz Truss menjadi perdana menteri Inggris pada hari Selasa dan segera menghadapi tugas besar di depannya di tengah meningkatnya tekanan untuk dapat membatasi kenaikan harga, meredakan kerusuhan tenaga kerja dan memperbaiki sistem perawatan kesehatan yang dibebani oleh daftar tunggu yang panjang dan kekurangan staf.

Setelah pengumuman, Truss pun mengucapkan terimakasih kepada pendukungnya dan menyebut nama Boris Johnson sebagai temannya. Pada pidatonya, ia berjanji akan memenuhi janjinya kepada para pendukung di tahun 2019, merancang rencana untuk memotong pajak, serta menumbuhkan ekonomi Inggris.

Hal yang akan menjadi prioritasnya adalah krisis energi yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina, yang mengancam akan mendorong tagihan energi ke tingkat yang tidak terjangkau masyarakat Inggris, akibatnya sejumlah usaha terpaksa tutup dan membuat orang-orang termiskin di negara itu menggigil di rumah-rumah dingin musim dingin ini.


Selain itu, Truss mengaku memiliki program jangka panjang terkait suplai energi serta membawa kemenangan kepada partai Konservatif di Pemilu selanjutnya yang kemungkinan akan digelar pada tahun 2024.

Truss, sempat menolak untuk menjelaskan strategi energinya selama kampanye dua bulan untuk menggantikan Boris Johnson, sekarang berencana untuk membatasi tagihan energi dengan biaya pembayar pajak sebanyak 100 miliar pound ($ 116 miliar), media berita Inggris melaporkan Selasa. Dia diperkirakan akan mengungkap rencananya pada hari Kamis.

“Anda harus tahu tentang krisis biaya hidup di Inggris, yang benar-benar sangat buruk saat ini,” kata Rebecca Macdougal, 55, yang bekerja di bidang penegakan hukum, di luar Gedung Parlemen.

“Dia membuat janji untuk itu, karena dia mengatakan dia akan memberikan, memberikan, memberikan. Tapi kita akan melihat, mudah-mudahan, beberapa minggu ke depan akan ada beberapa pengumuman yang akan membantu orang yang bekerja normal.”

Truss, 47, mulai menjabat Selasa sore di Kastil Balmoral di Skotlandia, ketika Ratu Elizabeth II secara resmi memintanya untuk membentuk pemerintahan baru dalam upacara koreografi hati-hati yang didiktekan oleh tradisi berabad-abad. Johnson, yang mengumumkan niatnya untuk mundur dua bulan lalu, secara resmi mengundurkan diri selama audiensi dengan ratu beberapa waktu sebelumnya.

Dikutip dari gov.uk, Elizabeth Truss atau yang lebih dikenal dengan Liz Truss sebelumnya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri sejak 15 September 2021. Sebelumnya ia juga pernah ditunjuk sebagai Menteri Perempuan dan Kesetaraan pada 10 September 2019. Karier politik Truss berawal saat dirinya masuk pertama kali di parlemen pada tahun 2010.

Lalu pada tahun 2012, dia ditunjuk sebagai Sekretaris Kementerian Pendidikan dan Anak. Kemudian ia pun juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Lingkungan, Pangan, dan Desa dari Juni 2014-Juli 2016.

Karier politiknya pun semakin moncer ketika pada tahun 2017 dirinya menjabat sebagai Kepala Sekretaris Kementerian Keuangan pada Juni 2017-Juli 2019. (*ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker