BeritaDaerahEkonomiPariwisataSeni Budaya

Desa Wisata Bonjeruk NTB, Kaya Sejarah dan Bangunan Kuno Peninggalan Belanda


Mataram, JaringPos | Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Kecamatan Janggat, Kabupaten Lombok Tengah, terdapat desa yang dulunya menjadi pusat pemerintah Kedistrikan Hindia Belanda.

Desa tersebut kini dikenal sebagai Desa Wisata Bonjeruk. Lokasinya dapat dicapai dengan berkendara selama 30 menit dari Bandara Internasional Lombok.


Wisatawan yang berkunjung ke desa ini dapat melihat beragam bangunan tua bergaya Eropa, salah satunya gapura dengan tulisan “Bondjeroek den 10 mei” dan tahun “1933” di bawahnya.

Dalam keterangan resmi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang dihimpun Jaringpos.com, Rabu (4/11/2021), gapura tersebut menjadi gerbang masuk ke perumahan peninggalan Belanda.

Perumahan itu disebut menjadi lokasi pusat pemerintahan tingkat Distrik Jonggat yang dipimpin Lalu Serinata.

Baca Juga:

Untuk diketahui, Lalu Serinata adalah Bupati Lombok Tengah yang pertama.

Ketua Harian Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Wirajaya Putrajaya Jonggat, Wiryadi, mengatakan bahwa pihaknya akan memaksimalkan bangunan bersejarah sebagai upaya memajukan wisata sejarah.

“Saat ini kami sedang tata, ke depan kami akan bangun museum sehingga bisa melihat lebih jauh tentang sejarah yang ada,” katanya.

Selain wisata sejarah, Desa Wisata Bonjeruk juga memiliki wisata agro, budaya, dan kuliner.

Wisatawan bisa menyantap buah-buahan yang baru dipetik di kebun desa, lalu bersepeda di antara hamparan perkebunan dan persawahan.

Mereka juga dapat mengenal permainan tradisional yang masih dimainkan warga, di antaranya gangsing dan egrang, dan membaca lontar.

Jika ingin mengisi perut, wisatawan bisa mengunjungi Pasar Bambu. Pusat kuliner yang buka setiap hari ini menyediakan aneka kuliner khas mulai dari camilan hingga makanan berat.

Desa Wisata Bonjeruk terpilih sebagai salah satu dari 50 desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Ajang tersebut diadakan oleh Kemenparekraf.

Saat berkunjung ke desa wisata tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno membahas pengelolaan homestay.

Menurutnya, standarisasi pelayanan dan fasilitas harus ditingkatkan guna memberi pengalaman yang berkualitas bagi wisatawan yang menginap.

“Standarnya harus kita tingkatkan, kita adakan pelatihan agar masyarakat semakin banyak yang berpartisipasi di program homestay. Karena ini yang akan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau agar warga bisa menangkap peluang dari penyelenggaraan acara-acara besar, antara lain World Superbike dan MotoGP. (*slm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker