BeritaHukumNasional

PNIB: Gus Wal Mengecam Acara Reuni 212, Meminta Aparat Menolak Haul 7 Desember

Jakarta, JaringPos | Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) yang diketuai oleh AR. Waluyo Wasis Nugroho atau akrab disapa Gus Wal, mengecam acara reuni 212 yang dilangsungkan di Jakarta dan Pamekasan 2 Desember 2021 kemarin.

“Sepanjang berlangsungnya acara reuni sejak awal dahulu dilakukan hingga kini hanya membuat gaduh dan mengusik ketentraman masyarakat serta tidak bermanfaat serta bagi keberagaman, Kebhinekaan dan Persatuan Indonesia,” Sabtu (4/12/2021).


Lebih lanjut Gus Wal juga meminta aparat penegak hukum Polri dan TNI untuk dengan tegas menolak acara haul 7 Desember untuk memperingati para anggota FPI yang tewas Desember tahun lalu karena terlibat kontak senjata dengan aparat penegak hukum.

“Haul secara lazimnya diselenggarakan untuk memperingati dan mengenang ataupun mengingat jasa-jasa para Waliyulloh dan Ulama’-ulama’ khos karena kealimannya, kekeramatannya dan perjuangannya bagi agama dan umat Islam dan juga untuk para tokoh besar/pahlawan yang sangat berjasa bagi umat, rakyat, bangsa dan negara,” jelasnya.

Jadi seruan dari Muhammad Riziq Shihab dari dalam penjara kepada PA 212 dan para pengikutnya untuk menggelar haul bagi 6 anggota FPI yang tewas saat mengawalnya itu adalah sebuah hal baru dalam tradisi Islam.

“Belum pernah ada sebelumnya haul untuk memperingati kriminal, residivis, teroris ataupun penjahat yang tewas. Adapun jika sampai dilakukan haul untuk 6 anggota FPI tersebut adalah hal yang abnormal,” ucapnya.

Mereka bukan waliyulloh, bukan ulama’ kok di hauli.

“Keluarganya cukup menggelar tahlilan, yasinan dan kirim doa kepada almarhum itu sudah sangat baik, sudah lebih dari cukup dan sangat bermanfaat,” ungkapnya.

Sangat miris jika acara haul yang sangat tidak pantas tersebut malah dipolitisasi dan dijadikan ajang untuk menebar kebencian, menyebarluaskan propoganda, dan dijadikan ajang untuk membuat kerusuhan nan keonaran bagi rakyat dan bangsa.

“Jangan politisasi 6 almarhum tersebut demi nafsu dan ambisi maupun dendam pribadi vested interest”, ujarnya.

Kami sebagai rakyat Indonesia dan Umat Islam Indonesia meminta kepada pemerintah dan aparat penegak hukum untuk membubarkan PA 212.

“Dan tidak membiarkan seorang tahanan bebas bersuara dari dalam penjara menyerukan propoganda, hoax, fitnah dan seruan yang mengancam Keselamatan Rakyat dan Keselamatan Bangsa,” tegasnya. (*slm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker