BeritaNasionalSelebritis

Kecelakaan Maut di Jalan Tol Marak Terjadi, MTI: Pemantau Batas Kecepatan Diperlukan


Jakarta, JaringPos | Peristiwa kecelakaan maut di jalan tol kini marak terjadi. Dalam satu hari ini saja, dua kecelakaan terjadi di Tol Cipali dan Tol Nganjuk arah Surabaya.

Kecelakaan di Tol Cipali KM 13 merenggut nyawa Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) I Gede Supatra Budisatria, pukul 01.00 WIB.


Selain itu, kecelakaan di Tol Nganjuk KM 672+400A menewaskan artis Vanessa Angel dan suaminya, Bibi Andriansyah, pukul 12.36 WIB.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Harya S Dillon mengatakan bahwa angka kecelakaan lalu lintas meningkat setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilonggarkan.

Menurutnya, masyarakat perlu ekstra hati-hati saat berkendara, terutama saat berkendara jarak jauh dan melintasi jalan tol.

Baca Juga:

“Jangan terlalu ngebut dulu, mungkin udah lama nggak naik ke jalan tol, mungkin agak lupa keterampilan berkendaranya,” kata Dillon, dikutip dari tayangan Kompas Petang, Kamis (4/11/2021).

Selain itu, penggunaan seat belt atau sabuk pengaman juga patut diperhatikan, mengingat beberapa korban yang selamat dari kecelakaan lalu lintas ini tak luput dari penggunaan sabuk pengaman.

Tak hanya sopir dan penumpang di kursi depan, tapi juga penumpang yang berada di kursi belakang.

Kemudian, setiap pengendara juga diminta untuk mengetahui kondisi tubuh dan kewaspadaannya. Berhenti di rest area adalah pilihan yang bijak saat mengantuk, untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Dillon juga meminta pengendara untuk tidak memacu kendaraannya di luar batas kecepatan aman.

“Jalan tol didesain untuk perjalanan dengan kecepatan tinggi, itu manfaat utamanya. Tapi bukan artinya kendaraan itu harus dipacu lebih dari batas kecepatan yang aman,” tuturnya.

Terkait batas kecepatan kendaraan, Peraturan Menteri Perhubungan tentang Tata Cara Penetapan Batas Kendaraan, disebutkan bahwa batas kecepatan kendaraan di jalan tol adalah 60 km/jam – 100 km/jam.

Meski sudah ditetapkan peraturan mengenai batas kecepatan, nyatanya masih ada yang tidak memperhatikan keamanan dan lebih mementingkan kecepatan.

“Pemantau (batas) kecepatan harusnya mungkin diperlukan lebih banyak di titik-titik tertentu,” tuturnya. (*slm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker